Larik-larik rindu yg menghias rintiknya saat kita sepayung berdua.
Di kota sana,
Disuatu hari tanpa nama.
Sepayung membelah hujan.
Dalam pesona lirih, rintiknya yg menorehkan bahagia, juga luka.
Bersama !
Tawa bahagia dan sedu sedan tangis meramu satu.
Dalam hujan itu, tersimpan jejakmu.
Lewat riuh rintiknya, aku mengadu dan mengaduh pilu.
Aku katakan pada hujan, kita masih satu.
Karena kamu telah memenangkan hatiku, begitu juga dengan aku.
Hujan boleh saja reda, tetapi tidak dengan rinduku.
Kau telah merenggutnya tanpa sisa.
Dan kini, tinggallah kosong meraja.
Dan tetaplah dalam hujan.
Karena disana, aku terbiasa menari bersamamu.



