Pagi tadi, aku dibangunkan oleh lantunan suara merdu malaikatku di bumi. Tuhan, ciptaanMu sangatlah sempurna. Teriakannya, nada kekhawatirannya, selalu mampu membangkitkan rasa rindu ku saat jarak menjadi penghalang pertemuan.
Ibu..
Kasihmu sepanjang masa..
Terdengar suara ketukan pintu kamarku saat aku sedang membereskan tempat tidur. Aku membuka pintu, dan kulihat sosok wanita yang menjadi panutanku. Yes, she is my mother !!
"kamu mau sarapan apa pagi ini?" tanya Ibu.
"apa saja, Bu" Jawabku. Ibu pun meninggalkanku yang hendak bergegas mandi.
Selesai mandi, ibu kembali mengetuk pintu kamarku. "Ini ibu buatkan untukmu. Kamu pasti sudah lama menginginkannya." Kata Ibu. Aku melihat semangkuk indomie rasa soto ayam. Cita rasa yang selalu saja membuat produksi liurku merajalela. Ahh, ibu..
"Apa tidak apa-apa, Bu?" Tanyaku. Aku bukan takut migrainku kambuh jika memakannya, terlebih aku takut melihat wajah ibu yang pucat pasi setiap kali aku tergeletak lemah jika migrainku kambuh.
"Ibu membuatnya dengan cinta, makan saja, InsyaAllah menjadi penyembuh untukmu.." Katanya.
Aku tersenyum, dan langsung menikmati mie buatan ibu.
Dengan bumbu dan proses pembuatan yang sama, tapi tetap saja, buatan Ibu paling lezat rasanya..
Dengan bumbu dan proses pembuatan yang sama, tapi tetap saja, buatan Ibu paling lezat rasanya..
^_^
***
Dulu, aku bahkan tidak berhubungan baik dengan Ibu. Beberapa hal kerapkali menjadi pencetus perselisihpaham antara aku dan Ibu. Hingga semakin beranjak dewasa, aku tahu, beliau demikian karena merasa aku tidak lama lagi hidup bersamanya.
Ibu, ikhwan baik kiriman Tuhan yang selalu pantas untuk mendampingi anakmu ini.
^_^
Semoga Tuhan mengirimnya disaat yang tepat.
Saat dimana engkau sudah mengikhlaskan aku hidup jauh di perantauan :)




0 komentar:
Posting Komentar