Sekarang, setiap tetesnya mengandung cerita. Tetesan pertama, ada unsur bahagia didalamnya. Tetesan kedua, ada aroma murung didalamnya, tetesan ketiga ada kecewa. Tetesan selanjutnya ada sakit hati, benci, marah, dsb. Begitulah dengan tetesan-tetesan selanjutnya.
Aku mendapati bayangku di cermin yang retak. Masih saja cantik. Bahkan tetesan-tetesan yang mendera batinku tidak menggoyahkan kecantikanku. Yaa, aku merasa diriku cantik. Karena wanita tegar itu cantik :)




0 komentar:
Posting Komentar