Kamis, 27 November 2014

Untukmu.. Ibu..


Menyepi.. 
Di sebuah sudut di ruang hati..
Setitik asa menguap dalam jiwa..
Perlahan tapi pasti..
Titik-titik kasih menebar menjadi sebuah gunung cinta..

Ibu..
Tanpa meminta, engkau panjatkan do'a kepadaNya.
Engkau serahkan hidupmu sepenuhnya demi menghadirkanku ke bumi.

Ibu..
Cinta dan kasihmu takkan pernah mampu ku balas meski kutaruhkan jiwa dan ragaku.
Namun selama hayat dikandung badan, aku senantiasa mendoakanmu. 
Mendoakan segalanya untukmu..

Ibu.. 
Berhentilah lelah..
Beristirahatlah..
Sudah waktunya engkau menikmati masa tua dengan bahagia..
Ibu.. 
Aku mencintaimu..

#30harimenulispuisi #karenamenulispuisiituseksi #day7


Rabu, 26 November 2014

Langit..


Gumpalan awan mengelabu.
Menjadikan langit biru menjadi abu-abu.
Tiada ungkapan indah selain mendoakan agar pelangi segera muncul selepas hujan menggempur bumi.
Mendamaikan pilu yg meronta-ronta didalam hati.

Rerintiknya menjadi penghalang untuk dua insan yang hendak menuju terminal jumpa.
Menghadang rindu yang sudah menjerit-jerit ingin diungkapkan.
Dan pada akhirnya, bulir-bulir bening itu menumpuk di pelupuk mata indah seorang anak manusia.
Ia menahan rasa sesak didada, menahan hasrat pertemuan yg tak kunjung tiba.

Rindu..
Selalu saja menjadi sebuah bidikan hebat yg menelusup kedalam hati dan melumpuhkan ego..

#30harimenulispuisi #karenamenulispuisiituseksi #day6

Senin, 24 November 2014

Warna


Hitam.
Pekat.
Dan gelap..
Akan lebih sederhana ketika kita sebut dengan malam.

Biru.
Indah.
Dan menawan.
Siapapun akan paham bahwa itu merupakan warna laut.
Ada banyak kehidupan didalamnya.
Tentang ikan yang berenang menuju pantai kasihnya.
Tentang kapal yang menjadikan laut sebagai jembatannya.
Tentang terumbu karang yang indah didasarnya.

Hijau.
Cerah.
Dan mendamaikan..
Merupakan warna dari tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di permukaan bumi.

Merah.
Jingga.
Dan mempesona..
Ialah senja yang bergelayut manja pada pintu penghujung hari.

Warna..
Segalanya bermakna..

#30harimenulispuisi #karenamenulispuisiituseksi #day5

Minggu, 23 November 2014

Pagi


Pagi pun menyingsing.
Irama merdu dari suara burung menjadikannya semakin syahdu.
Ada harapan baru yang tertanam hari ini.
Ada masa lalu yang sudah tiada.

Kehangatan dari bias mentari memeluk hati yg dirundung pilu.
Nestapa, asa dan harapan.
Semuanya melebur menjadi satu impian lalu.
Dan hari ini, ku janjikan pada alam bahwa bahagia akan kuciptakan.

Sendirian?
Tentu saja tidak.
Karena bahagiaku sederhana. 
Terbangun dan masih bisa menikmati aroma bumi di hari selanjutnya adalah bahagiaku.
- alyasafna -

#30harimenulispuisi #karenamenulispuisiituseksi #day4

Senja


Biasnya yang temaram menyilaukan penghujung hari.
Bukan tanpa hati, seseorang menanti tanpa ingin diketahui.
Adakah pujian dapat mengubah mau hati?

Siapa yang tahu jika senja yang jingga bisa memancarkan pelangi diantaranya.
Mejikuhibiniu yang indah terlukis di langit yang menjadi kanvas-Nya.
Dan senja pun semakin merona.
Menggugah bahagia dihati yang memandangnya.

Pernah kau tanya pada langit? Mengapa ia begitu indah?

Tiada yang paham bagaimana gradasi warna biru langit menjadi merah jingga ketika senja mulai memancarkan pesonanya.
Tetapi, decak kagum akan indahnya selalu muncul jika memandangnya dengan hati yg penuh kasih.

Selamat menanti senja..
- alyasafna - 

#30harimenulispuisi #karenamenulispuisiituseksi #day3

Rabu, 19 November 2014

Hujan


Tik.. Tik.. Tik..
Tetesannya yg menggempur bumi perlahan mereda.
Sayup-sayup kembali terdera suara deru kendaraan.
Dan aroma khas dari tanah pun menguar merebak indera penciuman.

Denting waktu yang terus bergulir, menyematkan garis-garis halus di wajahmu.
Ayah..
Bahkan air hujan sekalipun tidak bisa mewakili banyaknya cintaku kepadamu.

Di kehidupan mendatang.
Di kehidupan selanjutnya.
Aku hanya ingin tetap menjadi anakmu. 
Yang menjadi pelita dalam kepenatanmu..
Yang menjadi alasan untukmu tersenyum..
Yang menjadi alasan untukmu terus melanjutkan hidup..

Ayah..
Aku mencintaimu..
- alyasafna -

#30harimenulispuisi #karenamenulispuisiituseksi #day2 

Selasa, 18 November 2014

Hari




Aku jatuh cinta kepadamu setiap pagi.

Disetiap kali aku terbangun dipagi hari, yang kuingat adalah aku mencintaimu.

Aku jatuh cinta kepadamu setiap detik.
Setiap dentingan waktu yang bergerak,  selalu timbul benih cinta kepadamu.

Aku jatuh cinta kepadamu setiap hela nafasku.
Karena dengan setiap hela nafasku, ada dirimu.

Aku jatuh cinta kepadamu setiap hari.
Disetiap matahari merebakkan sinarnya diatas wajahku sebelum aku berangkat menuju rutinitasku.

Sayang,
Sayangilah aku hingga engkau lupa bahwa engkau menyayangiku.
Temanilah hidupku hingga engkau lupa bahwa akulah teman hidupmu.
Tetaplah bersamaku hingga kita sama-sama lupa bahwa kita telah hidup lama bersama.

Karena kau adalah bagian dari hidupku.
Karena kau adalah aku, dan aku adalah engkau.

Sayang,
Aku mencintaimu tanpa alasan apapun.
- alyasafna -

#30harimenulispuisi #day1 #karenamenulispuisiituseksi

Senin, 03 November 2014

#IfYouKnowWhatIMean



Senja yang jingga. 
Senja yang indah.
Senja yang penakut.

Ada banyak rentetan kata untuknya. Tapi tiga diatas sudah mewakili seluruhnya. Selamat berbahagia, pengkhianat! 
Di bawah deraian air mata langit ia bersimpuh menangisi takdirnya. Ia lupa, bahwa ada banyak orang yang bahkan nyaris tidak pernah menikmati 'bahagia', namun selalu bersyukur pada-Nya.

Hati mana yang tidak pernah terluka?
Jiwa siapa yang tidak pernah merasakan tergores?
Sedikit. Sedikit saja, semua orang pernah kecewa.