Sementara pujangga baru merangkai kata.
Keranjang rayuanku tlah penuh dengan lika-liku indah itu.
Diriku tlah dihiasi rona merah.
Dari tadi..
Di tepi daun pintu, jantungku hendak liar.
Berkejaran dengan mentari dan bertitip surat padanya.
Padanya yang hampir datang senja.
Kepada dia yang memiliki panorama jingga.
Tertitip surat rindu akan telaga malam.
Bersama nyanyian jangkrik.
Sepi namun bersahaja.
Biar rindu riuh meniduri mimpi.
Karena kuselip dalam bantal akan angan berjumpa dalam mimpi.
Rindu..
Kabari aku denyut pastimu esok hari.
Ketika debu jalanan mulai menguap.
Dan aku terbangun masih merinduimu yang terindu..



