Sabtu, 26 Maret 2011

SEMPURNA



Seseorang berdiri diujung jalan sana
Memandang sekelilingnya
Aku termangu, duduk terdiam menatapnya
Kupandangi setiap inci dari dirinya
SEMPURNA!

Ia masih lalai dengan kehidupan disekelilingnya
Ia tidak menyadari kehadiranku didekatnya
Bila harus menanti, aku akan menantinya
Bila harus menunggu, aku akan menunggunya
Semua hanya untuknya

Sampai kapan aku hanya duduk diam disini, sayang?

Sampai kapan aku akan tetap menantimu, cinta?

Bila memang tak sepantasnya aku yang berdiri disampingmu
Jangan menyuruhku membunuh segenap rasa yg telah tercipta untukmu

Biarkan ia tumbuh ,mekar dan mewangi didalam hati ini
Bila memang tak sepantasnya aku yang menjadi penerang jalanmu
Jangan mematikan cahayamu yang menjadi penerang jalanku

Ragamu tak dapat kumiliki
Izinkan aku mengukir nama indahmu didalam relung hati ini..

Cerpen ; Tuan Berbaju Biru


Yaah,, kali pertama aku merasakannya setelah hampir setengah tahun hatiku beku dan dingin. Aku menutup segenap perasaanku. Entah karena terlalu kecewa sehingga aku tak ingin lagi menggunakan semuanya dengan perasaan. Kujalani kehidupanku dengan kekosongan. Kekosongan dalam hatiku. Bukan tak ingin, hanya saja aku belum siap menelan kepahitan yang sama jika harus menjalin hubungan berdasarkan perasaan yang tulus.
Semenjak kejadian pahit itu ,aku menutup hati. Seseorang hadir dalam kehidupanku dengan membawa segenap rasa sayang. Tapi lagi-lagi aku masih belum siap untuk menjalin hubungan dengan sesiapapun. Hingga seseorang mengatakan :
“jika kamu tidak mencobanya, bagaimana mungkin kamu bisa siap. Jika kamu menunggu kesiapan datang, ia tidak akan muncul jika kamu tidak memanggilnya dengan mencoba menjalin hubungan”.
Baiklah, aku memberikannya pertanyaan :
“bagaimana jika setelah aku menjalinnya, aku masih belum menumbuhkan rasa padamu?”.
Seseorang itu menjawab :
“kita akhiri”.
Simple ! sepele memang. Dengan berat hati kujalani. Kucoba mencari sisi baik dalam dirinya. Kucoba untuk menumbuhkan chemistry cintaku padanya. Tapi sia-sia !! karena aku bukan wanita yang suka mencoba. Aku bukan wanita yang siap menerima resiko buruk. Dan aku bukan wanita yang dengan mudahnya mengatakan cinta kepada seseorang. Tidak lama, aku pun memilih untuk mengakhirinya. Dia marah. Dia tidak terima. Kuberi penjelasan sehingga ia pun mengerti. Bila aku wanita yang tak berperasaan, aku pasti sudah menertawakan kebodohannya yang sedari awal. Tapi tidak. Aku tidak sekeji itu. Ingin mendendam, tapi aku tak bisa.
Kadang aku benci pada diriku sendiri yang terlalu naïf. Terlalu berpositif thinking dengan semua hal. Sampai-sampai aku tak sadar “bahaya” ada didekatku. Fine, aku kembali melanjutkan kehidupanku. Menikmati sisa-sisa usia mudaku. J
Aku tak tahu bermula darimana. Awalnya aku hanya kagum pada sosok seseorang di ujung jalan sana. Secara fisik, aku menyukainya. Hari pertama, aku hanya melihatnya dengan rasa kagum. Entahlah, kesan pertama ku saat itu adalah, dia pribadi yang cool. J
Entah keberapa kalinya seseorang itu mondar-mandir dihadapanku. Semakin lama aku memandangnya, aku merasakan ada yang lain. Setiap kali ia mondar-mandir di depanku, ada rasa bahagia disana. Bahagia bisa melihatnya hari itu. Katakanlah aku seorang yang munafik dengan perasaan. Ku pungkiri rasa bahagia ku itu karena aku mulai merasakan rasa jatuh cinta lagi. Yaa,, aku masih beranggapan jika aku hanya menyukainya. Aku masih memungkiri jika aku sudah mulai menumbuhkan rasa lain selain hanya rasa suka.
Semakin lama,, aku semakin sering mengingatnya. Setiap harinya, aku mencari kemana bayangnya pergi. Dengan alasan aku akan lebih mudah memimpikannya bila bisa melihat ia walau dari jarak jauh. Ohh tidak !! aku semakin merasakan chemistry setiap kali melihatnya. Setelah hampir sebulan aku yang menjadi secret admirer-nya. Akhirnya, aku mendapatkan sedikit tentangnya dari berbagai sumber. Tidak berharap banyak, aku bahkan tidak berharap ia menyadari akan semua perasaanku.
Sedikit aku memberanikan diri untuk menceritakan segenap perasaanku pada salah satu teman baikku sedari SMA, yangmana ia kuliah di jurusan yg sama dengan seseorang itu. Aku menyebut seseorang itu dengan sebutan”Mr.blue”.
Tidak penting panggilan itu bermula darimana, yg pasti sampai saat ini, otakku lebih mudah mencerna jika orang-orang mengucapkan panggilan “Mr.Blue” daripada nama aslinya. Hehehe J
Kejadian sore hari dimana Mr.Blue mendatangi meja tempat dimana kami menampung mahasiswa baru. Ia hanya menanyakan hal-hal yg sebenarnya pertanyaan yang wajar untuk seseorang mengakrabkan diri dengan oranglain. Hanya karena aku menyukainya, aku merasa itu adalah pertanyaan-pertanyaan istimewa darinya untukku. Hahaha !! J
Selanjutnya, aku mulai banyak menceritakan hari-hari yang kulalui menjadi seorang secret admirer nya. Aku menceritakanya dengan kedua sahabatku di dunia perkuliahan, serta dengan teman baikku yang satu jurusan dengannya itu.
Buyar khayalanku yang hanya ingin menjadi secret admirernya, semua karena sedikit campur tangan temanku itu. Tidak semestinya aku menceritakan lebih detailnya. Malam hari, dimana aku sedang memikirkannya, sebuah panggilan dgn nomor yg tidak terdaftar di phonebook ku memanggil. Awalnya aku tidak berminat untuk mengangkatnya. Panggilan kedua pun tiba, aku pun mengangkatnya. Karena kukira salah satu temanku yg menelfon dgn menggunakan nomor lain.
TERNYATA !!
Ehem, Mr.Blue yang menelpon ku. Aku bingung, kaget, senang, bahagia, aarghtt … semua jadi satu >.<! itu malam pertama aku bisa mendengar suaranya, menilai pribadinya yg ternyata jauh dari kata “cool” !haha
*maap beuuhhhh J
Yaahh,, apapun lah. Aku suka dia. Eh,iyaa.. aku masih menyadari kalau aku suka dia. Entahlah, aku bingung. Bila malam datang, aku merindukannya..
Aku bingung .. entah apa yang terjadi kedepannya. Semoga saja terbaik untukku dan dia. Ammiiiinn… J

***
Beberapa pekan terakhir ini, kegiatanku mulai padat. Kegiatan kampus, rutinitas aku mengajar, dan mesti bolak-balik ketempat aku merintis usaha baruku. Iya, sekarang ini aku sudah mulai mengajar. Aku mengajar anak kelas 2 SD, sebut saja namanya Arif. Awalnya aku tidak bisa memahami setiap tingkah Arif. Aku tau, Arif anak yang pintar, hanya saja ia lemah dalam mengingat. Semakin lama Arif semakin menyadari kehadiranku sebagai guru barunya. Aku senang! Arif sudah mau aku ajak berinteraksi, walau ia masih saja menundukkan kepala setiap kali menjawab pertanyaanku. Aku mengajar Arif malam hari untuk minggu ini.
Aku membangun usaha baru, dimana usahaku sedikit berhubungan dengan jurusan perkuliahanku. Aku membuka les privat untuk anak-anak ABK dan anak normal. Tapi tujuan utamaku membuka les ini adalah untuk membantu anak-anak ABK mengenal diri mereka sendiri. Aku memilih sistem pembelajaran privat, dikarenakan dengan sistem privat, pengajar akan lebih mudah menggunakan metode belajar yang sesuai dengan kemampuan si anak. Impianku dari dulu, dan sekarang aku sudah mencoba memulainya. J
Dengan seabrek rutinitasku, yang mana pagi hari jadwalku mengontrol para tukang yang sedang memperbaiki ruangan-ruangan untuk proses belajar-mengajar nanti. Siangnya giliran aku bermain dengan keluarga pasangan michi-pichi. Haha! Selesai bermain aku menuju kampus, pulang dari kampus menyempatkan diri untuk berleha-leha bersama teman-temanku. Malam harinya , aku mengajar. Sepulang mengajar, tebak saja apa yang aku lakukan. Yap! Menikmati empuknya kasur tidurku dengan menarikan jari di atas laptop. (melanjutkan cerpen ini) J
Sepertinya ada yang kurang (=.=)?
Iya, aku belum menceritakan seseorang itu. Walau kegiatanku segudang, tetap saja aku tak bisa membuang jauh bayangannya. Setiap kali hendak kekampus, jantungku berdegub kencang. Dan pikiranku saat itu hanya tertuju pada seseorang itu. Siapa lagi kalau  bukan Mr.Blue!! J
Ruang belajarku tak jauh dari ruang belajar dirinya. Sehingga setiap kali kekampus, aku bisa melihatnya. Sayangnya, aku hanya bisa melihat. Tanpa bisa mengobrol dengannya. Sempat sekali aku kecewa dengan sikapnya. Itu hari dimana aku melihatnya berbalik badan ketika menatapku. Entah, pikiranku satu saat itu. Aku harus melupakannya! Malam hari dimana biasanya kuhabiskan waktu dengan menonton, kuhabiskan dengan melamun seorang diri.
Andai, ketika ia berbalik badan aku tidak melihatnya, kurasa aku takkan menanggung kecewa ini.
Andai, ketika ia berbalik badan, ia bisa melihatku yang sedang tertegun karna sikapnya itu.
Tapi sayang,, itu hanya sebuah PERANDAIAN. Dimana kenyataannya telah terjadi. Dan “andai” itu menjadi bermakna-kan sebuah penyesalan. Aku sempat menyesal, kenapa harus dia yang memberikan chemistry itu padaku.
Mr.Blue mengajarkan aku kembali menjadi wanita tegar. Ia mengajariku bahwasanya perjuangan menjadi seseorang yang mencintai itu bukan hal yang mudah. Lebih tepatnya, Mr.Blue mengajariku MENGHARGAI mereka-mereka yang memiliki motivasi utnuk mencintai  orang lain, menghargai perasaan mereka.
Hari berikutnya, aku masih dengan kegiatanku seperti biasa. Menuju kampus dengan berharap bisa melihatnya walau sedetik saja. Entah kenapa, aku lebih cepat menangkap sinyal apabila mereka menyebutnya dengan sebutan Mr.Blue! sampai sekarang ini, aku masih bingung harus menamakannya apa selain nama Mr.Blue.
Banyak hari yang kulalui dengan melihat Mr.Blue dari kejauhan. Aku masih penasaran dengan kehidupan pribadinya. Aku ingin mengetahui semua latar belakang kehidupannya. Entahlah,, tapi kurasa aku semakin ingin mengetahui semua tentangnya. Dia lucu, bila sedang menelfonku, banyak pertanyaan yang menjebak. Hoho ! (walau psikologi gadungan, tapi masih bisa tau pertanyaan-pertanyaan yang menjebak! :D)
Tapi dia juga aneh, mampu memberikan sejuta makna indah dalam setiap kalimatnya, tapi juga bisa mengeluarkan kalimat yang dalam kalimatnya tidak kutemukan kata-kata yang berasal dari nuraninya. Anehnya dia, tidak mau enyah dari dimensi ruang pikiranku. Padahal aku sudah berusaha untuk membuang rasa, tapi tetap saja tak bisa. Dia aneh, selalu menemuiku ketika aku sedang merindukannya.
Hari ini aku melihatnya, ia menyapaku. Senang! Tapi ada rasa takut didalamnya. Aku tak ingin menari-nari indah diatas awan menuju langit biru, memperlihatkan pada dunia bahwa aku sedang bahagia. Rasa takut itu menghantuiku, takut kalau ia menyapa hanya sebatas sapaan agar tak dikatakan sombong. Takut kalau ternyata responnya selama ini hanya kekosongan yang tak ada makna nya. Yang paling kutakutkan adalah, dia pergi menjauhiku. Tidak kupungkiri, aku bisa. Hanya saja aku beum siap untuk menanggung kekecewaan lagi.
Dengan hati yang bahagia, kuangkat telfon darinya. Lama kami mengobrol dari telfon, dan entah kenapa, aku merasakan hal dimana pertama kali aku bertemu dengannya. Perasaan deg-degan disertai rasa bahagia. Hanya saja, aku menemukan kebahagiaan yang janggal. Ahh,, semoga hanya perasaanku saja.
Entahlah,, yang pasti saat ini, rasa itu masih tetap sama. Hari ini cukup mengesankan. Aku menemui Mr.Blue, banyak detik yang kulewati dengan menatapnya. Serta hari dimana Arif sudah mulai merespon akan hadirku didekatnya J
***
            Seminggu lepas aku tak bertemu dengannya. Kabarnya ia pulang ke daerahnya. Sumbernya cukup akurat, sehingga aku mengetahui kabarnya melalui mereka. Seminggu kulalui dengan sejuta kegelisahan. Gelisah karena tidak lama lagi tempat ku merintis usaha segera dibuka, sedangkan blm ada persiapan yang matang, gelisah dimana tugas praktikum ku belum juga selesai. Gelisah dimana scoring tes WAIS belum ada. Gelisah pula karena mr.blue tak ada kabarnya.
            Dengan sepuluh juta keyakinan bahwa aku mampu melewatinya, aku tempuhi setiap hari dengan ditemani bayangan seseorang. Hari dimana tempat usaha ku dibuka, aku menuju kampus dengan sahabatku. Aku melihat sahabat mr.blue disana. Dibelakangnya ada mr.blue!! haha J
            Yang awalnya letih, capek, gak ada semangat jadi makin semangat! (udah muncul unsur lebay ni ==”).. ditambah ketika mr.blue menyapa ku. Sebenarnya hanya sapaan sederhana, namanya juga seseorang yang menempati ruang indah dalam sudut hati, jelas saja sapaan sederhana itu menjadi sapaan yang luar biasa !!

Untuk Dia..


Rasanya terlalu sulit untuk menerima kenyataan itu. Entah apalagi yang harus aku perjuangkan untuk mempertahankannya. Semuanya lenyap ditelan nyata. Tak ingin menyalahkan kau , dia , atau mereka.  Semua bermula dari rasa yang sebatas hanya perasaan sesaat. Kau , mengajariku sejuta kesederhanaan. Hingga aku lebih memilih satu kesederhanaan daripada sejuta kemewahan. Kau, mengajariku arti dari sebuah kesabaran dan pengorbanan, tetap saja keegoisan meracuni saraf-saraf di otakku. Hingga akhirnya, demi memperbaiki keadaan, kau terluka. Hatimu sakit!  Ketahuilah kebimbangan ini menghancurkan segenap impianku. Aku semakin membenci malam! Karena bila malam tiba, semua rasaku tumpah di tempat peraduan terindahku..
Sungguh,, aku membenci ini!
Sayang,, bila aq memikirkan keegoisanku..
Aq ingin mengakhiri semua ini.
Ingin kuakhiri tentang kita..
Ingin kuakhiri harapan2 indahku..
Tak ada lagi tempatku mengadu bila aq sedang gundah,, pada dirimu pun aq tak mampu. Melihatmu terluka cukup menyayat hatiku. Dan kau tau? Hingga saat ini kau masih dihatiku. Tetap dihatiku walau dengan posisi yang berbeda dari mereka. Bila aku mengungkapkan sejuta perasaan, percayalah.. itu hanya perkataan nista dari seorang anak manusia yg berlumur dosa. Aku, merupakan pribadi yg sulit mengungkapkan perasaan dengan perkataan. Aku, mengungkapkan semuanya dengan prilaku serta sikapku.
Maaf,,
Maaf untuk semua yang telah kulakukan. Ingin ku perpanjang waktu itu, tapi aq takut semakin melukai hatimu.
Maaf,, tembok pemisah itu semakin tebal, jurang itu semakin luas,, hingga sulit untukku menerobos sela-sela demi bersamamu..
Sayang,, hentikan harapanmu utk bersama ku,, aq takut,, terlalu jauh kita melangkah, mereka semakin menentang! Mereka semakin marah padaku. Dan kita akan sangat terluka lebih dalam.. tidak,, aq takkan meninggalkanmu saat ini,, aku masih menyayangimu.. tapi cinta itu melebur bagaikan es ditengah terik matahari.. kau seseorang yang kubanggakan dengan hidupmu yang tegar… bantu aq sayang,, jalan apa yg harus ku tempuh untuk cobaan sperti ini ?? untuk kita khususnya ?? :’(

Cerpen ; Awal Yang Indah



“Kak Rio????!!” kataku kaget. Kak Rio, cowok yang memiliki postur tubuh yang tinggi dengan kulit berwarna sawo matang, bola mata berwarna coklat dan hidung yang mancung. Ada dihadapanku. Ia sedang mengobrol dengan temannya. Kak Rio, seorang pria yang masih aku kagumi sampai detik ini. Hal yang membuatku kaget adalah kak Rio ada di hadapanku. Dan pertemuan itu sangat membuatku kaget sekaligus senang. Kaget, mengapa ia yang seharusnya ada diluar kota, tiba-tiba nongol di depanku. Senang, karena aku merindukannya setelah perpisahan itu.

Melihatku yang memanggil namanya, kak Rio memandangku lekat. Kurasa ia pun sama shock-nya denganku. Ia hanya memandangku sejenak dan membuang wajahnya. Aku masih tertegun. Aku masih mencoba untuk mengerti ini mimpi atau nyata. Masih dalam keadaan saling pandang, tak ada kata, senyum atau bahkan sekedar menyapa. Kurasa dia sangat membenciku. Yaahh! Semua salahku.

Sebelumnya, namaku Athia Riskiana Lindhya. Panggil saja aku dengan nama Tya. Umurku masih 18 tahun, perbedaan umur dengan kak Rio berkisar 6-7 tahun. Awal perkenalan yang unik, hingga akhirnya menimbulkan perasaan.

***


2 april 2009, aku jadian dengan kak Rio. Menjalani hari-hari penuh suka-cita. Saat itu, aku masih bingung dengan perasaanku. Aku seharusnya bahagia karena jadian dengan kak Rio, tapi kenapa aku masih bingung. Ya sudahlah, aku adalah wanita terpilih yang berhasil memenangkan hatinya.

Suatu malam, saat itu kak Rio datang ke rumah, seperti biasa kami ngobrol-ngobrol. Jujur, aku bangga padanya. Ia sangat bijaksana. Ia menjadi pacar sekaligus ayahku. Tapi, satu yang masih menjanggal di batinku, aku masih ragu apakah aku benar mencintainya atau hanya kagum padanya. Saat itu, aku masih duduk di kelas 3 SMA.

“Tia, kalau lulus mau masuk kemana?” tanya kak Rio padaku.
“Tia maunya masuk ke bidang kesehatan kak” jawabku. “kakak punya saran?” sambungku. Kak Rio tampak mengernyitkan alisnya. Kurasa ia sedang memikirkan sesuatu, tak lama ia mengatakan “tidak, bidang kesehatan adalah pilihan yang tepat untuk masa depan, kakak mendukung Tia selalu”. Aku senang, ia sependapat denganku.

Setelah menjalani hubungan selama 2bulan, aku merasa aku tidak mencintainya. Aku hanya kagum karena ia memiliki sifat yang sama seperti ayahku. Aku pun meminta untuk mengakhiri hubungan itu dengan alasan mau konsen ke pendidikan dulu, dan yang amat mengesankan ia mengerti. Ia sangat bijaksana. Ia malah menyuruhku untuk memang harus konsen ke pendidikan. Aku pun lega.

***


Malam itu aku mengaktifkan aplikasi facebook di hape ku. Membaca salah satu status kakak angkatku. Dan nick kak Rio ada dalam status itu. Aku pun mencoba untuk meng-add kak Rio. Dan ternyata aku di accept. Senang karena aku akhirnya bisa berkomunikasian lagi dengannya. Iseng aku membuka infonya, ternyata, ia sudah berpacaran lain.

Bagai tersayat sembilu, sakiiiiiiiittttt!! Epss, kenapa aku harus marah ya. Kan dia juga bukan siapa-siapa aku, tapi aku cemburu!! Aku pun menulis message di FB-nya.
“Cici itu pacar kakak?’ tanyaku via pesan FB. Kak Rio pun membalas pesanku
“iya, setelah Tia menjauh, hilang bagai ditelan bumi, cici yang menemani hari-hari kakak.” Balasnya.

Aku menitikkan air mata, ternyata aku masih gak rela dia di miliki orang lain. Ahh,, ini karena aku. Aku yang bodoh mengambil keputusan waktu itu. Tapi, ya sudahlah, semua sudah berlalu. Aku pun hanya membalas pesannya itu dengan ucapan selamat. Dan kak Rio pun membalas pesanku dengan menanyakan nomor hape ku. Aku memberikannya, dan tak lama, masuk sms darinya. Aku pun meng-offline kan FB ku. Membalas sms dari kak Rio. Hingga mentok di satu pertanyaan darinya “Tia masih sayang sama kakak?” tanyanya. Aku bingung, terlalu egois kalau aku tidak memikirkan perasaan wanita yang bernama Cici itu.

Tapi, aku tetap menjawab dengan jujur, bahwa aku masih menyayanginya. Masih sering merindukannya, tapi aku tidak mengharapkannya lagi. Karena aku memikirkan perasaan wanita itu. Lebih baik aku yang tersakiti, daripada melihat orang lain yang sakit hatinya karena aku. Itulah prinsipku! Terima tidak terima, itu prinsipku!


***


Entah bagaimana, tanpa pernyataan cinta, aku semakin dekat dengan kak Rio, hingga aku beranggapan kalau kami berpacaran. Tapi, ah, lebih tepatnya hubungan tanpa status. Aku lupa, saat aku dengannya berpacaran dulu, kak Rio lagi melakukan test di satu perusahaan karena ia melamar pekerjaan di situ.

Dan sekarang, ia sudah bekerja di perusahaan tersebut, dan ia di tugaskan diluar kota. Tepat di hari Raya Idul Fitri 2009 kemarin, ia bertamu kerumah bersama teman-temannya yang lain. Kak Rio merupakan salah satu sahabat kakak kandungku. Mereka tergabung dalam satu komunitas. Aku yang membuatkan minuman, aku pun menyalami semua teman-teman kakakku.

Ketika mereka pulang, kedua orangtua ku pun ku beritahu, kalau salah satu dari teman kakak yang tadi, merupakan calon menantu mereka. Di luar dugaan! Ayah mengizinkan aku menjalin hubungan dengannya. Setelah hari itu. Kak Rio pun kembali ke luar kota. Ia harus bekerja disana.

Oh iya, saat itu aku sudah menjadi salah satu mahasiswa di sebuah Universitas swasta di kotaku. Aku pun mengambil jurusan kedokteran, karena aku memang menyukai dunia kesehatan. Hari-hari dikampus aku lalui dengan hal yang biasa, tanpa ada yang luar biasa. Yah, paling hanya teman-teman baruku yang menjadikan suasana beda.

Dikampus, aku dekat dengan Intan, Fina, Nina, dan Melly. Pagi itu, aku melihat sesosok pria aneh di depan akademik kampusku. Melly yang terkenal keberaniannya menyapa orang, menyapa pria itu. Dengan cuek si pria menatap Melly kemudian membuang jauh pandangannya dari Melly. Wah! Cowok acem ni yang aku suka! Cuek! Hahaha..

Tapi, aku pun tak begitu peduli. Selanjutnya, aku bersama teman-teman baruku menuju kantin. Disana kami bersenda gurau. Tiba-tiba Ferry yang merupakan salah satu cowok yang paling dekat dengan kami berlima datang menghampiri kami. Tunggu! Pria cuek itu pun ada di belakang Ferry.

“dia juga salah satu teman kita” kata Ferry memperkenalkan pria cuek itu pada kami. Pria itu pun mendekat dan menyodorkan tangannya ke arahku, “Andika” katanya. Aku pun menyambut tangannya seraya mengatakan namaku. Kemudian aku pun melanjutkan bercerita ria dengan Nina dan Fina.

Dan aku sempat melihat Andika tertawa karena bercanda dengan Intan, Melly dan Ferry. Selanjutnya, aku pun melanjutkan bahan ceritaku kepada dua manusia ini. Aku lebih dekat dan merasa nyaman dengan Nina dan Fina.


***



Malam ini pun aku bertelfon ria dengan kak Rio, ia menceritakan masalah kantornya, dan aku menceritakan masalah kampusku. Hingga akhirnya tanpa disadari aku menceritakan kehadiran Andika yang membuatku kagum. Aku lupa, kalau saat itu aku sedang menceritakan pria lain pada sang pujaan hatiku. Untungnya, dia bukan tipikal yang suka marah atau cemburu gak jelas.

Sebulan setelahnya, aku merasa hubunganku dengan kak Rio semakin renggang. Aku merasa kurang perhatian. Tanpa disadari, aku mulai sering memperhatikan gerak-gerik Andika. Sampai temanku Ferry menanyakan perasaanku pada Andika. Karena saat itu aku masih dengan kak Rio, aku pun mengatakan bahwa aku tidak mempunyai perasaan apa-apa pada Andika.

Hari itu, dosen tidak hadir. Aku, Ferry, Andika, Nina, Fina, dan Melly berinisiatif untuk pergi nongkrong di suatu tempat. Intan sudah mulai menjauh dari kami. Entah apa penyebabnya, tapi mungkin, ia merasa tidak nyaman berteman dengan kami, entah lah. Dia berhak menentukan dengan siapa dia berteman.

Dan kami sampai di suatu tempat yang lumayan keren untuk berfoto-foto. Karena kebetulan kita semua maniak foto. Hheehe.. tiap kali mau berfoto, aku selalu beruntung mendapat posisi di dekat Andika. Tapi, tunggu! Kenapa aku merasa dagdigdug waktu didekat Andika?? Ah, mungkin hanya perasaanku saja. Sepulang dari tempat itu, aku di antar Fina pulang. Karena searah dengan Ferry, kami jalan bergandengan. Ferry membonceng Andika, dan aku membonceng Fina. Cewek ini sangat malas mengendarai motor. Ckckck!!

Ketika lagi jalan, andika mengatakan ia butuh pertolonganku.
“bantuan apa Dik?” tanyaku.
“gini Tia, aku ingin meyakini seorang cewek, kalo dia gak bisa mendapatkan aku” katanya.
“maksud??” tanyaku lagi
“kau pura-pura jadi ceweknya Dika” kata Ferry

Jedddaaaarrrrr!!!!!!!!! Bagai tersambar petir. Aku harus berpura-pura jadi pacarnya Andika? Gimana dengan kak Rio? Tapi, Andika temanku. Ah, aku pun menyanggupinya, lagian kak Rio masih bisa diajak kompromi lah.. dan kita pun memulai sandiwara itu.


***



Kak Rio protes di foto-fotoku saat bersama Andika. Dia mengomentari foto-foto tersebut. Ah, aku jadi benci dengannya. Hingga aku meremove kak Rio dari teman FB ku. Dia mengirim pesan dan sms. Tapi aku hanya membalas sekedarnya. Dan mengatakan bahwa aku hanya menganggapnya sebagai kakak ku sendiri.

Saat itu aku galau. Aku tidak sanggup berpacaran jarak jauh. Aku butuh seseorang di sisiku. Dan aku pun merasa lain tiap kali berada di dekat Andika. Hingga sampai suatu hari..

“Tia, tujuan awal kita udah selesai, kita harus mengakhiri sandiwara kita” kata Dika.
“mmmmhh, iyaa..” jawabku,
“tapi,,” sambungnya
“tapi kenapa Dik?” tanyaku lagi
“tapi aku mau, kita mengakhiri sandiwara ini, kemudian melanjutkan ke yang serius. Karena aku sayang kamu, Tia. Kamu mau?” kata Dika sekaligus bertanya. Aku pun menjawab dan kita memulai lembaran baru. Itu terjadi tepat tanggal 22 oktober 2009. Senang! Karena aku sekarang memiliki orang yang kusayang di dekatku.

Hubungan kita pun mengalir bagai air. Kadang bergejolak karena ada rintangan kecil, tapi setelah itu kembali mengalir. Hingga masa jadian kami pas 2bulan 10hari. Dan tepat di awal tahun 2010, aku mendapat keajaiban!

Sore itu, menjelang magrib, sehabis mengantar Dewi pulang. Di gang rumah Dewi, aku melihat 3 pria yang lagi asyik berbincang-bincang. Karena hendak menyeberang jalan, aku berhenti tepat di ujung gang. Dan apa yang kulihat?? Kak Rio!! Dia ada disini. Dan bodohnya aku, aku meneriaki namanya. Ia pun menoleh ke arahku. Melihatku sekejap kemudian melanjutkan pembicaraan dengan temen-temannya itu. Aku pun membuang pandangan ke arah kiri-kanan karena hendak menyeberang. Tak puas, aku melihat ke arahnya lagi. Ia pun melihat ke arahku. Ingin tersenyum. Tapi aku takut. Aku takut dia marah padaku.

Karena sikap dan kesalahanku yang lalu. Bibirku pun terasa kaku untuk berucap. Ia hanya memandangku dengan sedikit senyum kecut. Aku masih terdiam dan tidak berani memandangya lebih lama. Hingga begitu aku tersadar, ia sudah lenyap dari hadapanku. Ahh!! Sial!! Lho? Bukannya aku ada Andika. Tapi kenapa aku merasa senang, bahagia, merasa rinduku terobati?

Oh tidak! Aku sudah terlalu kejam. Mana mau dia memaafkanku. Hhhfffhhtt.. ya sudahlah .. aku memang harus melanjuti hubungan ku dengan Andika. Walau bayang kak Rio masih menyelinap di dinding hatiku.

Aku pun menancap gas, hingga tiba di rumah. Aku menceritakan pertemuanku dengan kak Rio pada mama ku. Beliau pun menanggapinya dengan sebuah senyuman. Entah apa maksudnya. Kurang puas, aku menelfon Fina, menceritakan kejadian itu. Saran Fina ada benarnya. Aku pun mengambil hape, dan menelfon Andika, berharap bayangan kak Rio tidak mengusik malam ku saat ini. Yahh , awal tahun baru yang mengagetkan tapi cukup menyenangkan hatiku. Maaf Dika, aku bingung dengan perasaanku ini. Tapi aku masih mencintaimu.

                                                            ***

Jumat, 25 Maret 2011

Bayangan

Bayangan itu pergi meninggalkanku yang terpaku
Bibirku kelu untuk berucap
Hingga aku hanya mampu menatapnya pergi

Meninggalkan sebuah senyuman kecut dalam ingatanku
Senyuman yang aku tak tau apa maknanya

Bayangan itu pergi meninggalkan aku yang masih mencoba berfikir
Ini mimpi atau nyata?
Dan jawabannya : nyata

Bayangan itu pergi meninggalkan rasa di hatiku

Kaget, senang, bahagia dan bingung

Ingin menyapanya tapi aku ragu
Ingin memberikan ia senyum termanisku tapi aku tak mampu
Ingin memeluk erat raganya tapi aku tau

Itu takkan mungkin

Karena ia hanya bayangan

Bayangan yang entah sampai kapan akan terus menghantuiku
Bayangan yang entah sampai kapan akan terus bermain dalam dimensi ruang hati dan waktuku.
Bayangan yang sampai akhir akan terus berada di ruang hatiku teratas.

"Oz207"

Beri Aku Waktu

bisakah memberiku jeda waktu?
untuk bisa kuterima kenyataan ini?
aku masih belum terima dengan hal itu..
terlebih karena hal itu..

dinding2 ruangan dimana kita pernah bersatu dalam waktu..
lukisan2 indah yang menjadi penghias temu kita..
hanya menjadi saksi bisu untuk kisah ini..
jelas aku tak sanggup, pahit rasanya..
aku masih belum terima !

bukan salahmu,,
aku tak menyalahkanmu..
hanya waktu yg belum berpihak pada kita..
dan mungkin takkan berpihak pada kita..

hidupmu kini, tak lagi diwarnai oleh segudang celotehku yang tak berguna..
memilihnya yang menurutmu terbaik diantara yang baik..
aku masih belum terima..
berikan aku waktu sejenak..
untuk ku bisa menyadari semuanya..
berikan aku waktu sesaat,
untuk ku bisa terima kenyataan ini..

Semuanya Telah Berakhir

tidak bisakah kau berhenti disana ?
jangan mencoba melangkah maju, karena aku akan mundur setiap kali kau mlangkah .
semua telah berakhir .
lembaran lalu itu telah tersapu angin di sore hari..
semua telah berakhir..

bila semua dapat kita untai .
akan ada kejelasan disana .
dan kau akan menemukan jawabannya disana .
hanya saja waktu tak ingin berhenti .
ia tetap brjalan sesuai dengan janjinya ..

bagaimana dengan kita ?
bagaimana dengan aku ?
bagaimana dengan kau ?
akankah menepati janji kita ?

semua telah brakhir..
harapan itu kau yang melempar nya menjadi jauh !
impian itu kau yang meruntuhkannya ..

semuanya telah berakhir ..

Aku Dan Diriku

"bila kita menyimpan dan menenggelamkan rasa,, kemungkinan untuk memiliki kepribadian lain itu besar" kata pimpinan di kantor ku..

aq tidak ingin ,aq diam bukan karena aq takut atau apalah.. diam ku karena aq tak ingin semuanya semakin runyam. lihatlah,, aq hanya akan memunculkan rasa sedih ku ,bila sedih itu tak dapat ku bendung lagi.
aq hanya akan memunculkan amarahku ,bila aq tak mmpu lg untuk berdiam diri.

seekor anjing kecil pun pasti akan menggigit bila ekornya diinjak.. dan aq tidak lebih rendah daripada anjing!!

semakin aq berdiam diri,, cacian serta hinaan dari makhluk lain semakin mendera.. memposisikan diri nya bak malaikat ,nyata nya ia hanya iblis yang berwajah malaikat .ya, ia iblis !!

aq tidak ingin menjadi mnusia yang mmiliki beragam kepribadian .buruk!! sangat bruk!!
kuhindari setiap kali bertmu sang iblis ,,dimana ia pasti akan menguji keimananku ..

tidak,, aq bukan menghindari .
aq hanya tak ingin terlalu banyak mendengar kalimat nista dari nya..
diam,aq hanya akan diam ,hingga waktunya tiba..
saat ini, kau sedang mengganggu seekor singa yang sedang tertidur!!

Kehidupanku..

"Lebih baik DIAM daripada lisan mu menyakiti orang lain"..

yaa, kalimat itu benar. tak ada yang hrus ku katakan .kebenaran itu datangnya dari Allah .dan aku tau ,saat ini aku sedang dlm masa pengujian oleh Allah Tuhan ku :)

ya Allah..
aku memilih diam .tapi terlalu banyak fitnah yg mengelilingi lingkup hidupku .aku memilih berpura-pura tak tau segalanya .tapi semakin menjadi2 "iblis" ciptaan Mu itu ..
bila memang ini untuk menguji ketabahanku.. aku ikhlas ya Allah ..
seseorang yang saat ini dengan rasa cintanya padaMu ,memberikan ku kekuatan dlm melangkahkan kaki dikehidupan ..

kubiarkan tubuh ku hangus disengat mentari .
kubiarkan tubuh ku tercabik oleh kebusukan hati "iblis" itu ..
kubiarkan tubuh ku dicampak jauh dari Mu .tapi aku selalu akan datang padaMu ya Allah..

ya Allah ya Tuhanku..
kadangkala jiwaku tak tenang .ingin sekali ku robek tubuh "iblis" itu .tapi aku tak kuasa .karena hanya Engkau yang berhak atas segala yang ada pada ku ..

aku tak tau kenapa dia cemburu padaku .bukankah aku sama dengan mereka semua ya Allah?
yaa.. mungkin ayah benar.. seseorang yang diam2 memantau gerak-gerik kita dan dengan sengaja mengikuti gaya hidup kita .itu krna dia merasa kita itu LEBIH BAIK drpd dia ! :D

hmm..
:)
kata seorang sahabat :
"mereka yang suka menghina orang lain .sesungguhnya dia sedang menutupi dirinya yang TERHINA!"
seorang saudara ku mengatakan :
"pecundang sejati adalah mereka yang mengkambinghitamkan orang lain.."

dan seorang karib ku mengatakan :
"orang yang kerapkali membicarakan kita dengan segala keburukan kita .sebenarnya dia sedang CEMBURU dengan khidupan kita .itu sebabnya ,ia selalu mencari dgn detail kesalahan kita".

yaapp!
mereka memberikanku sebuah kalimat yang mendorongku untuk kembali berpositif thinking :)

ya Allah ..
sayangi mereka yg menyayangiku ..
cintai mereka yang mencintaiku..
berikanlah yang terbaik untuk mereka yang membenciku..
Allahu Akbar ^_^