Jumat, 27 Februari 2015

Dengan (tanpa) judul (2)


Kembali ku pandangi rona merah saga di langit luas . Aku mengenangmu, permulaan hari . 
Karena senja begitu melekat dengan cerita tentangmu . 
Dan karena kau pernah begitu menguatkan sang senja . 

Menyedihkan ketika perpisahan yang kita alami merenggut segenap mimpi kita mengelilingi nusantara luas .
Dibatas asa ku, aku memilih melanjutkan hidup dengan kembali mencintai . 
Bumi ibu pertiwi sudah menjadi saksi bahwa cinta yang kita miliki sudah pernah kita perjuangkan . Dan hasilnya, sia-sia .

Bukan tanpa alasan aku memilih melanjutkan hidupku kini .
Karena yang ku tahu, hidup yang kujalani masih terlalu panjang .
Masih banyak lembar-lembar putih yang harus ku nodai dengan segenap tinta warna . 
Kau melihat pelangi ?
Kau melihat senja ? 
Yap ! Kini pelangi senja sudah kembali .

Lelah ia menjadi pengecut yang bersembunyi dibalik malam !
Karena dirinya bukanlah sosok yang ingin dikasihani ..

#PelangiSenja

Dengan (tanpa) judul (1)

Benar . Tiada bahagia selain mencintai dan dicintai oleh orang yang sama . 
Ada sejuta perbedaan .
Tapi Tuhan juga menciptakan persamaan . 
Ada ribuan alasan meninggalkan .
Namun Tuhan juga menyediakan jutaan alasan untuk tetap bertahan . 

#PelangiSenja

Senin, 16 Februari 2015

Senja Dan Fajar


Ada yang tak biasa. Seperti pungguk yang merindukan bulan. Atau seperti camar yang beriringan pulang dengan tenggelamnya mentari. 

Terlepas dari seperti apa tumpukan benang yang ada di genggaman, aku mengurai sendiri gumpalannya yang sudah tak karuan. 
Apa kabar Fajar?
Semoga bahagia menghampirimu. 
Aku sudah bahagia sekarang. Seperti pesan terakhirmu sebelum hari itu tiba. Kau mengirimkan lagu "Sammy - Kau Harus Bahagia" untukku. Dan aku memenuhi janjiku, bahwa aku sudah teramat bahagia. Kau? Bagaimana denganmu? Apa kau juga menepati janjimu untuk bahagia? 

Terima kasih sudah mengunjungiku lewat mimpi-mimpi. Dan terima kasih untuk tidak pernah kembali. 
Karena bahagiaku sudah terpatri untuk lelaki pendamping hidupku.

Kita sama-sama lambat dalam menanggapi sesuatu. Tapi karena keterlambatan itulah kini kita menggenggam bahagia masing-masing. 

Fajar,
Banyak yang bertanya padaku siapa engkau sebenarnya. Aku ingin membanggakanmu. Ingin kuberitahukan pada dunia bahwa kita adalah sepasang anak manusia yang menjadi korban dari ketidakadilan cinta. 
Bagaimana bisa Tuhan menghadirkan cinta diantara kita namun kita tidak ditakdirkan menua bersama. 
Tapi aku meyakini bahwa takdir Tuhan itu pasti. Dan bahagia yang dijanjikanNya itu tidak pernah diingkari.

Terima kasih Fajar.
Untuk pengalaman mencintaimu. Dan  semoga kau bahagia. 
Sekali lagi, jangan pernah kembali.

Senja.