Tanpa permisi, tanpa basa-basi kamu masuk dan membangun sebuah rumah sederhana di hatiku..
Ini tentang tulusnya hatimu, kasih..
Senantiasa membimbingku ke arah yang lebih baik..
Ketika yang lain sibuk meyakinkanku dengan cara begini dan begitu. Kamu dengan sigapnya datang kepada orang tua dan segera meminangku..
Ketika yang lain sibuk memuji lebihku, kamu dengan rendah hati melengkapi kurangku..
Kekasihku..
Sampai detik ini saya masih belajar menjadi wanita terbaik untukmu.
Menjadi pendampingmu bukanlah impianku. Karena sesungguhnya saya terlalu takut berharap menjadi istrimu..
Tapi Tuhan kita tahu yang terbaik untuk hambaNya :)
Saya beruntung bersuamikan dirimu..



