Jumat, 22 Februari 2013

Dear Diary..


Dear Diary..
Apa yang kamu lihat malam ini? Tentang setangkai mawar merah nan harum yang lepas dari tangkainya? Yaa, ia jatuh dan tergeletak dengan anggunnya di permukaan bumi. Di detik terakhir hidupnya ia masih menebar aroma yang sedap untuk dicium. Bagaimana kelak ketika aku tiada? Ketika aku pergi?

Dear Diary..
Kamu tahu filosofi sebuah coklat yang dihiaskan oleh seutas tali sepatu usang. Mengapa bukan pita indah yang menghiasi coklat? Sedangkan coklat akan terlihat cantik jika pita yang menghiasinya? Sayang, coklat menolak pita indah yang menghias dirinya. Ia hanya menginginkan sang tali sepatu yang menghiasinya. Mengapa? Karena coklat tidak ingin dicintai karena cantiknya. Ia ingin cantik karena dicintai. Apa pendapatmu tentang coklat?
:))

Dear Diary..
Aku hanya ingin bertemu orang yang aku cinta. Seseorang yang dikirimkan Tuhan hanya untukku. Seseorang yang namanya disandingkan dengan namaku di sebuah pohon besar di lauhul mahfudz. Seseorang yang diciptakan tanpa sebuah tulang rusuk, dimana tulang rusuknya yang 1 itu berada dalam tubuhku. Seseorang yang kelak akan aku utamakan segalanya daripada diriku sendiri. Seseorang yang kelak akan di panggil "Abii" oleh anak-anak kami.

Dear Diary..
Bantu aku berdoa agar tetap tegar melangkahkan kaki diatas pecahan kaca kehidupan duniawi yang fana ini.. Aku sendiri, tanpa sesiapapun menemani.. :(

Dear Diary..
Aku tetap percaya pada kuasa Tuhan, meski beberapa kelompok mempercayai Tuhan itu tiada, mereka bebas berargument seperti apa. Itu hak mereka. Dan hak ku adalah percaya bahwa Tuhan ku itu Maha Adil. Benar kan?

Dear Diary..
Mungkin cukup coretanku malam ini, aku sudah mengantuk. Padahal masih banyak yang ingin aku tuangkan padamu. Hanya saja aku terlalu lelah malam ini. Sampaikan salam hangat ku untuk seseorang yang telah membawa jiwaku bersamanya. Aku adalah hidupnya. Dan dia adalah hidupku.
:)

Wanita Penikmat Dosa..


Masihkah ada tempat untuk wanita sepertiku?
Penikmat buaian nafsu dunia.
Pelantun ayat-ayat sendu menantang takdirnya.
Masih adakah tempat yang layak untuk wanita sepertiku?

Secawan bahagia mampu mengalihkanku dari istana yang megah.
Segelas nafsu membuatku lupa bahwa hidup tidak hanya sampai hari ini.
Tetapi aku masih menenggak dengan hausnya kasih sayang yang terbuang sia-sia.
Dari mereka yang bahkan tidak mengenal siapa diri mereka.

Masihkah pantas aku menduduki kursi untuk para bidadari syurga?
Sedangkan kini aku berpakaian dosa dan nista.
Aku tidak meminta, aku hanya bertanya.
Seperti apa nasibku kelak?
Nasib seorang wanita jalang sepertiku ini?

Jika bahagiaku bukan disana.
Maka biarkan aku berbahagia dengan caraku disini.
Meski semua bersifat semu.
Aku enggan mengakhiri sesuatu yang menyentuh kalbuku.

Untukmu para pendosa.
Lihatlah jubah yang kita kenakan.
Hitam, berdebu dan kotor. 
Kapan hendak berganti?
Entahlah, aku menyerahkan langkahku pada Yang Maha Esa.

Sampai detik ini, aku masih percaya bahwa Tuhan Maha Penyayang..

Kamis, 14 Februari 2013

Lepas, Terbang, Dan Hilang..

Biarlah angin yang membawanya, Ia bahagia pada apa yang sudah Ia putuskan.

Terima kasih Pelangi, engkau pernah menjadi bagian dari semangatku. Dulu aku berpikir lebih baik aku mendekatimu demi menghindari hati lain yang mampu membuatku nyaman dikala gundah. Tapi aku salah. Seseorang yang pintar mengatakan padaku bahwa itu tindakan bodoh. Dan aku menyerah. Tapi apapun yang terjadi, kita pernah melewati hari bersama. Engkau pernah mengingatkanku tentang misteri yang selama ini menjamahi alam mimpiku. Terima kasih Pelangi.. Engkau indah dengan berbagai warnamu. :)

Terima kasih Senja, indahmu pernah menyilaukan nuraniku. Aku tertegun pada saat pertama aku memandangmu dengan perasaan. Kau panorama alam terindah yang aku suka. Dulu aku kagum pada pesonamu. Engkau selalu muram, merasakan pedihnya hidup yang selalu muncul pada kaki hari. Tapi aku tidak melihatmu mengeluh. Engkau dengan ikhlas memancarkan pesona indahmu. Kau akhiri hari dan menyambut malam dengan indahmu. Kau, baik sekali. Darimu aku belajar mengukir kalimat, bahwa "wanita tegar itu cantik".

Yaa, aku tegar. Meski sesekali aku membutuhkan sandaran yang baik dan kuat. Untuk raga yang kini jiwanya entah kemana, aku mencoba untuk kembali menyingsing hari esok dengan baik. Tanpa pelangi. Tanpa senja. Hanya ada aku dan hidupku yang sudah tidak berbentuk alurnya.

Tuhan, pernah aku menyesali takdir. Pernah aku tenggelam dalam buruknya kasih sayang semu. Pernah aku hanyut dalam rentetan kalimat yang menyanjungku. Dan kini, ketika aku mulai menerimanya. Bisakah jangan Engkau renggut bahagia meski itu semu? :(
Aku mohon.

Benar! Sel-sel diotakku sudah terlalu banyak yang mati akibat hal itu. Maka, aku mohon untuk tidak memusnahkan yang tersisa. Biarlah aku menjalani hari yang semestinya sudah Engkau tuliskan. Marabahaya yang melintang di persimpangan pun aku sudah melewatinya dengan angkuh. Semakin congkak mereka, maka semakin tegak langkahku menapaki hari. Namun, itu hanya sampai kemarin. Hari ini, aku pasrah pada apa yang seharusnya terjadi. Aku menyadari siapa aku dan dimana aku berada kini.. Ya !! Disini bukan tempatku. Lantas, jika anda yang berada disini, ditempat yang bukan seharusnya anda berada disini, apa yang akan anda lakukan??

Tuhan, aku mohon. Untuk pintaku sebelum menuju gerbang akhir. Biarlah aku mencecap manis bahagia ini meski berujung dengan kepahitan. Setidaknya, aku pernah merasakan bahagia yang ia bawa untukku.. Aku mohon..
:((

Bisikku..



Terkadang sesuatu yang diharapkan
 Tidak seindah apa yang dilalui
 Terkadang sesuatu yang dibenci
 Selalu hadir didalam setiap langkahmu
 Terkadang keindahan yang kau rasakan
 Tiada berarti saat kau lupa siapa dirimu

Adakah sesuatu yang lebih berarti
 Bila semua yang kau lakukan adalah semu?

Seperti apakah kebahagiaan yang kau cari?
 Adakah engkau ingat akan hari esok?
 Secercah cahaya terang kan menyambutmu
 Hingga kau kan mengetahui siapa dirimu
 Sungguh sangat berarti dirimu

Seandainya bisa kembali ke ruang waktu
 Mengubah semua seperti apa yang kita inginkan
 Tentu aku akan berdiri disini dengan tersenyum
 Menyambut kehadiranmu disisiku.

Asa Dan Harapan..


Hai Asa,
Kembali lagi kali ini aku disadari oleh kenyataan. Bagaimana tidak, aku mencoba mewujudkan apa yang mereka harapkan. Tapi mereka menolak. Mereka menolak untuk bahagia. Bagaimana aku? Apa lagi yang harus aku lakukan? Tidak ada seorangpun yang mau menemaniku. Aku hidup dalam kesendirian. Dalam kemalangan yang terus menimpaku.
:))

Halo Harapan,
Kamu benar, kini yang aku harapkan sudah tidak menginginkanku lagi. Aku benar-benar seorang diri. Berdiri melawan takdir yang semakin aku lemah maka semakin aku dihujam olehnya. Dari awal aku tahu, bahwa ini akan terjadi. Tetapi aku selalu memungkiri feeling yang datang menghampiri untuk menegurku. Ahh Allah, aku pasrah. Hidupku sudah benar-benar tak tentu arah.
:))
Aku sendiri..

Takdir..


Kembali aku melihatnya duduk menangis disebuah sudut ternyaman baginya. Ia menangis tersedu-sedu. Aku mendekatinya, bertanya dengan penuh hati-hati, "kau kenapa?". Ia menatapku sesaat lalu kembali tenggelam dalam kedua tangannya yang membekap pahanya.

Aku memeluknya ragu. Takut ia berontak dan marah. Benar saja! Ia menolak. Mengusirku dari sisinya. Aku hendak beranjak, tapi niat itu aku urungkan. Aku mengambil posisi duduk di tepian tempat tidurnya. Membiarkan ia menangis.

Ia memandangku. Tatkala aku tak juga keluar, ia menyerah dengan melanjutkan tangisannya. Aku iba, hatiku terasa perih melihatnya menangis demikian. Aku keluar untuk mengambilkannya air minum. hanya 10 menit aku pergi, ketika aku kembali, suasana kamar seperti kapal pecah, ia sudah tersungkur, aku kaget!

Yaa, dia memilih pergi. Dia pergi dengan hujaman pecahan cermin dikamarnya yang ia hujam tepat di jantungnya. Beberapa irisan di pergelangan tangannya.
Gadis yang malang.

Engkau memilih pergi dengan cara demikian. Tahukah kau sayang?
Aku menyesal meninggalkanmu saat itu.
Tapi semoga kau tenang disana.
Kembalilah dalam pelukan Sang Maha Pengasih..
Ayla, terima kasih untuk pelajaran hidupmu selama ini.
Aku belajar dari semua yang terjadi padamu..
Terima kasih, sahabat..
Tunggu aku di syurga :')

Minggu, 03 Februari 2013

Sesejuk Buaian Cinta

Pada hujan, aku menitipkan rindu di setiap tetesanmu..

Cinta. Terdiri dari lima huruf abjad yang menjadi sebuah kata. Cinta itu abstrak. Ia memiliki arti yang berbeda-beda dari tiap pasang mata hati yang melihatnya. Hati yang sedang pilu, akan mengartikan bahwasanya cinta itu kejam dan terlalu pedih untuk dirasakan. Sedangkan hati yang sedang bahagia, akan mengartikan bahwasanya cinta itu benar indahnya. Cinta itu, sederhana. Aku dan kamu yang senantiasa berada dalam lingkar "kita".
:)

Hai, terima kasih untuk rindu yang selama ini masih berbalas.
Terima kasih untuk kasih sayang yang selama ini masih menyelimutiku.
Terima kasih untuk cinta yang senantiasa masih menjamahi kalbuku.

Aku menyerah pada takdir yang menggiringku menuju jurang perpisahan yang dalam. Tapi aku tidak akan menyerahkan diri pada nasib. Aku mengutuk diriku yang kian hari kian meninggikan ego. Membenci alam yang perlahan-lahan mengabaikanku.
Aku tidak menuntut cinta ku padamu berbalas.
Aku hanya ingin, cinta kita senantiasa bersatu hingga batas hari akhir.