Keniscayaan sebuah penantian..
Apakah itu kamu yang setia menjadi satu-satunya?
Seindah semesta, sebening mata.
Untuk kupagut tak jera.
Selamat malam, kamu. Mata hatiku.
Mungkin tak sampai.
Seikat masa ditangkai pagimu mengaburkan pesan maafku.
Mungkin ~
"Diantara do'a dan airmata, bahagia ini kutitipkan untukmu.."
Bahagia pergi, sedih pun tiba,
seperti hadirmu yang secara tiba-tiba..
Tapi bagiku kamu seperti tumbuhan dalam kayu.
Semakin kokoh akar menghujam,
Semakin merindang daunnya.
Kamu hidup di bagian terdalam dari diriku.
Palung hati..
Yaa, dalam palung hatiku..



