Minggu, 05 Februari 2012

Hanya Surat Yang Takkan Tersampaikan

Untuk seseorang di masa lalu.
Terima kasih sudah mengajarkan saya banyak hal. Terima kasih sudah pernah menjadikan saya permaisuri dalam istana hatimu. Terima kasih sudah mengenalkan saya pada kata cinta, rindu, cemburu, marah, dan sedih. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih sudah hampir berhasil melakukan hal yang anda inginkan walau saya tersakiti. Terima kasih..

Untuk seseorang di masa lalu.
Maaf, maaf bila semua yg terjadi merupakan salah saya. Maaf bila semua yg terjadi berasal dari saya. Maaf.. Dan maaf pula, atas sikap saya setelah itu.

Anda bertanya pada seseorang, mengapa saya bertindak seolah tak mengenalmu sedang kita pernah bersama.. Sebelum menjawab, saya kembali bertanya, bukankah anda yg mengatakan bahwa anda tidak mengenal saya?. Saya mewujudkan apa yg anda ucapkan. Anda mengerti bahwa saya bukan seorang yang nekat. Tapi saya mampu melakukan apa saja yg saya kehendaki, termasuk mengembalikanmu pada saya, dan saya lepas di lautan luas ketika anda sudah di bawah telapak kaki saya. Sama dengan apa yg anda lakukan dulu.

Tapi sayang,
Saya bukan pendendam dan anda tahu akan hal itu! Itu sebabnya anda mencoba untuk menginjak saya kembali. Tapi maaf, saya masih punya harga diri. Tidak mendendam bukan berarti tidak bisa membela diri kan? :D

Sudahlah, sudah beberapa tahun ini mereka mendengar cerita palsu mu itu. Anda membalikkan cerita seolah saya yang menjadi pemicunya. Hellooooo??!!! Masih ada lho saksi2 akan cerita kita.. Perlu diumbar? Ga kan? :D
Sudah sudah..
Saya sudah cukup bahagia dengan apa yg saya punya..
Tidak usah kembali..

Kalaupun anda kembali. Anda hanya memetik hasil dari apa yg saya dan mereka usahakan.
Maaf.. Dan terima kasih :)


Banda Aceh, 2007.