Minggu, 10 Juni 2012

Malam..

Aku benci malam. 
Suasana hening dan sejuk yang merasuk kedalam batinku. 
Aku tidak suka ! 
Malam merenggut nyata yang aku idamkan. 
Aku merindu pada sang pemilik rindu.
Dan malam, membuatku merasa sepi.
Hingga rindu itu pun menggenang didasar hati.

Malam..
Aku tidak memungkiri untuk menanti hadirmu.
Tapi kau harus tahu,
Ada seorang anak manusia yang merasa sepi karenamu.
Tidak..
Ada dua hati manusia yang merana karena kehadiranmu.
Padamu sang malam, cepatlah berlalu.

Jumat, 08 Juni 2012

Kita Pernah..

Kau pernah menjadikanku penyemangat dalam hari-harimu.
Kau pernah menjadikanku alasan untukmu berjuang.
Kau pernah menjadikanku tempatmu bernaung.
Kau dan Aku.
Kita pernah bersama melewati hari bahagia.

Sekarang,
Kau menemukan penggantiku.
Aku harus tetap tersenyum meski segalanya rumit.
Aku harus tetap tegar meski sebenarnya aku tak mampu.
Demimu, demi segala yang kupunya.

Aku melihat rona itu dipipimu.
Hanya beberapa detik saat mata kita bertemu.
Kau diam.
Menatapku luka.
Ini pilihan. Dan sudah takdir kita.

Aku meninggalkanmu dalam kekalutan.
Kubiarkan 'mereka' membantumu menepis luka.
Sudah bukan waktuku lagi.
Kini giliran mereka yang menjagamu.
Waktuku telah habis.
Janjiku telah tiba. Dan aku harus pergi.
Selamat malam ~

Aku, Adalah Takdirmu !

Aku resah. Gauman petir memecah sunyinya jagad raya. Kenapa aku disini? Berdiri tegak menantang takdir.. Tujuanku satu, agar kau sadar bahwa aku disini hanya untukmu. Aku bernafas hanya karenamu. Dan aku memang untukmu !

Tatkala petir kembali memekakkan telinga. Sekali lagi, aku menantimu. Kembali pulang, dan terlelap dalam pelukku. Selain itu, aku bisa apa?

Kau tidak perlu menjanjikan apapun terhadapku. Cukup tetap disisiku kala dunia mengecamku ! Cukup tetap disampingku kala 'mereka' menghunuskan samurainya di jantungku ! Cukup !

Aku pun tidak mampu menjanjikan apapun padamu. Selain akan ku jaga cinta putihku hanya untukmu.
Dan hidupku memang untukmu.
Selebihnya? Aku bisa apa?

Kilatan petirnya menyilaukan. Aku tak dapat melihat dengan jelas. Tapi aku mendengar pekikan seseorang disana. Maaf, aku tak mampu. Jasadku beku.
Jiwaku melayang mendekati langit biru.
Ringan..
Aku merasa ringan..

Aku menjauhi ragaku. Tersenyum.
Bahkan aku masih terlihat cantik meski sang kilat sudah memelukku.

Sayang, kau harus tahu. Hingga akhir, aku masih mengingatmu !
=')