Rabu, 09 Mei 2012

Silent Night..

Angin malam yang menampar halus wajahku.
Menyentakku daripada lamunan panjang tentangmu.
Yaa, dalam diam malam.
Apalagi yang bisa kulakukan selain memenjarakan rindu yang tertahan ini?

Menantimu,
Kurasa bukan pekerjaan yang tepat.
Bukan pekerjaan yang tepat jika aku meninggalkannya.
Ingin kuhindari air rindu yang kerapkali menjebakku tenggelam didalamnya.
Dan untuk kesekian kalinya aku membiarkan diriku terjatuh.
Merasakan pahit dan manisnya air rindu itu.
Rinduku padamu.

Suara pungguk yang parau, bernyanyi untuk kekasihnya, sang bulan.
Aku iri.
Pungguk saja mampu setiap malam bernyanyi hanya untuk menemani sang bulan.
yang bahkan jaraknya terpaut jutaan kilometer darinya.
Sedang aku?
Dengan sakit merindumu saja aku sudah mengeluh..
Aku iri.
Pungguk mampu.
Sedang aku?

Dalam sunyinya malam.
Aku merasa..
Dalam sunyinya malam.
Aku terbiasa..
Merindukanmu..