Rabu, 05 September 2012

Aku Salah..

Aku bahkan tidak tahu lagi seperti apa menangis. 
Menjatuhkan linangan air mata di pipi.
 Merasakan sakit dan perih dalam hati. 

Aku lupa, lupa seperti apa sudah rasa sakitku. 
Engkau mengapa tidak membuat luka baru saja? 
Mengapa harus menorehkan luka diatas luka lamaku?

Dan tidak hanya itu, Engkau pun menaburkan asam di atasnya.

Kau hebat ! 

Caramu sempurna untuk membuatku benar-benar merasa tidak berarti. 
Kutanamkan harapan padamu, brharap kelak akan kita tuai bersama mimpi indah kita. 
Dan pada akhirnya aku tahu, aku menanam harapan pada orang yang benar-benar menginginkan melihatku hancur.

Ahh ! semoga surga tidak pernah menutup pintunya untuk kita.


Dunia anak, 3 september 20112

0 komentar: