Sedalam apapun kamu menyimpan masa lalu, sesekali ia pasti akan kamu rindukan.
Saya berdiri disini. Berharap kamu melihat bahwa ada saya yang kini siap menerjang badai bersamamu.
Saya berdiri disini. Berharap kamu sadar bahwa saya hidup karena kamu.
Saya berdiri disini. Berharap kamu mengerti bahwa jiwa saya sudah bersamamu.
Saya berdiri disini. Untuk cinta dan kasih yang saya miliki. Dan itu hanya untukmu.
Kamu, seseorang yang mengangkat saya dari lubang ketidakpercayaan saya atas nama cinta.
Kamu, seseorang yang menyadarkan saya bahwa cinta itu putih.
Kamu, seseorang yang membuat saya mengerti bahwa masa lalu itu biarkan menjadi kenangan.
Kamu, seseorang yang saya cintai dengan hati.
Saya tidak pernah memaksa kamu merasakan apa yang saya rasa. Saya hanya ingin kamu mengerti bahwa kini ada saya di sisimu. Saya yang senantiasa menjadi tempatmu berbagi suka dan duka. Saya yang selalu ingin kamu perhatikan dengan baik.
Ini karena sifat saya yang pencemburu. Saya hanya terlalu takut, seseorang yang telah menyadarkan saya tentang hidup dan cinta jatuh ke pelukan betina lain. Saya hanya terlalu egois, tidak ingin mereka lain mendapatkan perhatian darimu. Saya hanya ingin kamu menjadi milik saya satu-satunya. Tapi, saya cemburu dengan dia yang ada di masa lalu mu.
Dia yang kamu cintai dengan tulusnya hatimu. Dia yang kamu sayangi (mungkin) sampai detik ini. Dia yang jaraknya lebih dekat denganmu daripada saya.
Sempat berpikir, kenapa tidak kamu katakan pada dia bahwa saya tidak menyukai kalian berhubungan baik. Tapi saya merasa bodoh. Sempat terlintas, jika kamu tidak sanggup mengatakan demikian, mengapa tidak kamu katakan bahwa saya tidak menyukai dia dekat denganmu. Tapi saya rasa itu hanya khayalan. Kamu akan lebih tetap menghargai perasaannya daripada menjaga perasaan saya.
Bahkan dengan egoisnya saya sempat ingin mendatanginya dan berkata untuk tidak lagi mendekatkan dirinya padamu, tapi saya takut. Kamu akan marah besar dan meninggalkan saya. Terlebih saya merasa itu tidak pantas. Biarlah, kini saya mencoba untuk menerima takdir. Mungkin kamu memang lebih menjaga perasaannya. Tidak mengapa, saya hanya butuh waktu untuk bisa menerima kenyataan.
Menerima bahwa dia terlalu indah untuk kamu tinggalkan.
^_^




0 komentar:
Posting Komentar