Selain diam, tabah, sabar, dan menanti, aku bisa apa? Yang aku tahu, sesiapapun yang pergi pasti akan pulang.
Aku pun selalu menunggumu pulang.
Yaa, ketika benang yang putus ingin kita sambung, tetap akan menimbulkan sebuat ikatan baru. Luka yang menggores pasti akan meninggalkan bekas. Demikianlah.. Aku..
=')
Sejujurnya, aku benar-benar sudah lemah. Bagaimana tidak, jiwaku sudah engkau hanyutkan di lautan hitam yang letaknya pun aku tak tahu dimana.
Sejujurnya, aku benar-benar sudah lemah. Bagaimana tidak, jiwaku sudah engkau hanyutkan di lautan hitam yang letaknya pun aku tak tahu dimana.
Jangankan untuk mengambil kembali. Membayangkan jiwaku kembali saja, tidak sama sekali !
Karena aku tahu, itu tidak mungkin.
Semoga ia tenggelam di dasar lautan dan tak ada siapapun yang menjamahnya.
Aku takut, jika ia terbawa arus, terdampar di suatu tempat, diambil oleh seseorang dan ia bisa menjaga dengan baik. Semoga tidak ! Semoga ia tenggelam..
Ketika hati memaksa untuk berkata, "Tuhan.. Aku menyerah !"
Seketika itu pula, untaian kalimat "Wanita Tegar Itu Cantik" muncul di depanku.
Dan aku merasa malu..
Malu pada mereka yang dengan lantangnya mengatakan, "Kau hebat, Ayla !", "Kau wanita paling sabar yang aku kenali..", "Kau sangat tegar.." Dan lainnya.
Aku malu. Sungguh.
Itulah kenapa sampai sekarang, satu-satunya pegangan yang tidak pernah kulepas, adalah peganganNya.
Aku tahu, Dia tidak akan pernah meninggalkanku..
Allah,
Aku benar-benar membutuhkanMu...
Koetaradja, 1 September 2012




0 komentar:
Posting Komentar