Rabu, 05 September 2012

Waktu..

"Walau seremuk apa hati dilukai, bentuklah kembali ia.
Dan serahkan pada Illahi rabb."

Saya kembali menghitung waktu. Kembali mereka ulang kapan terakhir kali saya bersimpuh di hadapanNya. Kembali mengingat kapan terakhir kali saya mengadu masalah saya padaNya.
Dan yang muncul adalah, slide-slide dimana saya menggerutu tentang hidup saya yang tidak adil.
Tuhan, sudah sehina apa saya dimata Mu?
Jangankan untuk merengkuh bahagia dalam syurgaMu.
Mencium aroma syurgaMu pun saya merasa tidak pantas.

Saya merasa benar. Untuk episode kali ini saya merasa skenario ini tidak disutradarai dengan baik.
Hati saya yang benar-benar telah diremukkan oleh 'keadaan', membuat saya semakin merasa "hidup ini indah, kawan! nikmatilah meski kau sudah tak ada hati!".
Jiwa saya yang sudah ditenggelamkan di lautan dasar, memberikan saya sugesti bahwa "hidup akan segera berakhir".

Tuhan,
Sesungguhnya, hidup yang berkah itu adalah hidup yang ada campur tanganMu.
Cinta yang suci itu, adalah cinta yang memang Engkau sirami dengan kasihMu.
Saya hanya terlalu naif.
InsanMu yang terhina.
Tuhan, rindukan saya..

0 komentar: