Seandainya saya tahu akan seperti ini, saya akan menghindari jalan ini. Ini terlalu manis, sayang. Ini terlalu indah. Saya sulit untuk mengakhirinya. Saya ingin terus menikmati tiap rinci perjalanan ini. Saya tidak akan memintamu datang sepenuhnya kepada saya, saya hanya meminta kamu untuk jangan meminta saya untuk mengakhiri ini. Saya bisa saja mengakhirinya. Tapi saya masih ingin menikmatinya ; mencintaimu.
Ya, saya cinta kamu.
Seseorang disana juga pasti mencintaimu. Bahkan cintanya lebih besar daripada saya. Bukannya saya tidak bisa melebihi cintanya. Tapi saya cukup mengerti, dia lebih duluan memilikimu.
Perkenalan kita. Rasa nyaman yang kamu berikan. Suaramu yang mendamaikan ketika saya resah, itu cukup untuk saya. Saya mencintaimu. Saya mencintaimu diam-diam. You know that! You know I love you.. Apa yang membuat saya bertahan? Itu karena kalimatmu. Kalimatmu yang mengatakan bahwa senja yang ia kenal adalah seorang yang tegar. Saya menjadi tegar demi kamu.
:')
Tanpa saya utarakan kamu tahu kalau saya mencintai kamu. Tanpa kamu utarakan saya tahu kalau kamu mencintai saya. Hanya saja keadaan tidak berpihak baik pada kita.
Boleh saya menangis, sayang? Untuk rindu ini. Ingin sekali saya mengatakan kepada kamu kalau malam ini saya egois. Saya menginginkan kamu disini. Saya menginginkan kamu menjadi milik saya. Saya cemburu. Dan saya ingin kamu mengatakan kalau rindu saya ini berbalas. Tapi saya takut, saya takut kehilangan kamu jika saya mengatakan hal ini. Saya takut kamu merasa risih. Saya takut kamu menjadi bingung untuk memilih. Saya tidak ingin membuat kamu seperti ini. Tapi ketahuilah, cinta ini masih sama seperti kemarin.
Suaramu.. Suaramu itu mendamaikan sayang.. Saya rindu.. :(
Dari awal saya sudah mempersiapkan diri untuk tetap waspada. Saya tidak ingin jatuh terlalu dalam dengan rasa ini. Tapi itu sulit. Semakin sakit, semakin saya ingin untuk menenggelamkan diri di dalam lautan kasihmu..
Ah sayang.. Kita tidak pernah saling menggenggam tangan. Tapi rasa ini sudah menggerogoti nalar saya dengan baik.
Sakit. Entah kenapa saya merasakan hati saya sakit. Ketika saya mencintai seseorang yang saya ingin mencintainya, namun takdir berkata lain. Sudahlah.. Saya akan mencoba untuk tidak lagi menambah kadar rasa ini. Cukup saya yang merasakan pahitnya, sayang. Saya tidak ingin kamu kelak merasakannya. Beri saya waktu. Untuk saya mengatur langkah saya dengan baik.
Biarkan saya belajar dengan sendirinya untuk bagaimana saya melawan hati ini. Saya cinta kamu. Senja mencintaimu, fajar.. Tapi pagi sudah memilikimu.. Bahagiakan pagimu, sayang. Senja itu cantik. Yang cantik adalah yang selalu tegar. Dan senja perlahan akan tenggelam dibalik malam.. Dan saya percaya suatu saat senja dan fajar akan bertemu. Jika langit berkenan, kita akan dipertemukan disebuah musim yang berbeda dan menikmati secangkir kopi dengan saling bertatapan.
Sayang, ketika takdir mempertemukan kita bisakah engkau merengkuh saya kedalam pelukanmu?
Setidaknya pelukan itu akan menjadi kenangan baik untuk saya mengobati rindu di lain waktu.
Selamat terlelap, fajarku..
Semoga kamu selalu menjadi fajar saya..
#Now Listening Tangga - Cinta Tak Harus Berakhir




0 komentar:
Posting Komentar