Permisi. Sudah sedikit bersarang laba-laba blog ini. Rasanya rindu sekali ingin menumpahkan serangkaian kata-kata disini. Tapi lagi-lagi, waktu saya tersita oleh sedikit kegiatan dimana saya bisa dianggap sebagai wanita yang sok sibuk. haha :D
Saya punya mimpi yang akan saya wujudkan suatu hari nanti. Saya ingin membungkam mulut-mulut pendusta yang menghakimi saya secara sepihak lalu. Akan saya bungkam dengan kenyataan bahwa saya lebih baik dari mereka. Apa kabar kenyataan hari ini? Entahlah. Saya melihat ada sesuatu yang menarik untuk saya ungkap kali ini. Apalagi kalau bukan tentang mimpi saya.
Sempat saya berpikir, bagaimana saya akan merajut mimpi saya jika saya sudah memiliki tanggung jawab lain nantinya. Pada keluarga saya, misalnya. Tapi saya yakin, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Meski sampai detik ini, saya masih merasa tidak pantas untuk memohon pada Dzat Yang Maha Pengasih itu. Saya, adalah seorang wanita yang berpakaian dosa. Ah, abaikan ~
Kalian tahu? Ketika pertama kali saya bermimpi. Saya memimpikan diri saya menjadi seorang yang memiliki banyak teman. Saya adalah orang yang sulit sekali memulai percakapan dengan orang-orang baru. Saya adalah orang yang sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Dan sampai sekarang, saya masih kurang merasa nyaman jika berada ditempat yang ramai. Itulah kenapa dari kecil, saya ingin punya banyak teman. Setidaknya, dengan demikian saya bisa belajar untuk tidak lagi takut pada khalayak ramai.
Dan mimpi saya tersebut terwujud. Saya memiliki banyak teman. Saya bergabung di berbagai komunitas. Tapi satu hal yang masih belum berubah adalah, saya masih saja kurang merasa nyaman di tempat ramai. Semoga saja kelak pasangan saya mengerti akan hal ini.
:D
Saya bermimpi memiliki usaha sendiri. Saya lebih tertarik berwirausaha daripada terikat pada lembaga pemerintahan. Saya ingin membuka lapangan kerja. Dan, mimpi itu terwujud dengan baik. Saya senang pada anak-anak, oleh karena itu saya membuka sebuah wadah bermain sambil belajar pada anak-anak. Apa yang membuat saya tertarik? Hidup saya rumit. Saya ingin melupakan sedikit beban-beban yang ada dipikiran saya sementara waktu. Lihatlah! Coba kalian lihat ketika anak-anak bermain, tertawa lepas, dan banyak hal yang dapat kita pelajari dari anak-anak.
Saya bermimpi memiliki usaha sendiri. Saya lebih tertarik berwirausaha daripada terikat pada lembaga pemerintahan. Saya ingin membuka lapangan kerja. Dan, mimpi itu terwujud dengan baik. Saya senang pada anak-anak, oleh karena itu saya membuka sebuah wadah bermain sambil belajar pada anak-anak. Apa yang membuat saya tertarik? Hidup saya rumit. Saya ingin melupakan sedikit beban-beban yang ada dipikiran saya sementara waktu. Lihatlah! Coba kalian lihat ketika anak-anak bermain, tertawa lepas, dan banyak hal yang dapat kita pelajari dari anak-anak.
Dari hal perdamaian, anak-anak tidak akan marah atau dendam pada temannya jika temannya melakukan kesalahan. Mereka hanya akan memutuskan pertemanan selama beberapa menit, tapi kemudian, mereka berbaikan dan melanjutkan bermain bersama dan tertawa lagi. Belum lagi tingkah mereka yang aneh-aneh dan lucu.
Mimpi saya yang selanjutnya adalah saya ingin melakukan petualangan. Saya ingin menjelajahi setiap sudut di negeri ini, cukup dibiayai dengan modal yang kurang, saya akan menggunakannya dengan baik. Saya ingin menunjukkan pada dunia, bahwa dengan modal yang kurang saya masih bisa bertahan hidup. Saya ingin melakukan hal-hal yang sudah saya rancang dalam otak saya jauh sebelum usia saya segini.
Saya pun memiliki mimpi. Menikah. Membentuk sebuah keluarga dengan laki-laki yang cocok dengan saya. Mengapa demikian? Kalian pernah mendengar sebuah percakapan; "mengapa kau menggunakan pakaian berwarna merah?" ia menjawab "karena saya merasa cocok!". Apa yang dapat kalian simpulkan dengan percakapan tersebut? Benar! Kita tidak perlu mencari yang terbaik. Karena yang terbaik belum tentu cocok dengan kita. Saya menginginkan pasangan saya yang membiarkan saya bermimpi dan mewujudkan mimpi saya. Karena saya adalah seorang pemimpi :)
"Bagaimana jika pasanganmu bukan seorang pemimpi?".
Sebuah pertanyaan yang saya tersenyum ketika mendengarnya. Jawabannya sederhana; "jika saya merasa cocok, maka itu bukan masalah!"
^_^
"Bagaimana jika mimpimu tidak terwujud?" saya menjawab; "i will try again! saya tidak mengenal kata TIDAK dalam usaha saya. mimpi saya bukan tidak terwujud, ia hanya BELUM terwujud!"
Saya memiliki ayah seorang pemimpi. Dan ibu yang selalu realistis. Perpaduan mereka tertanam dalam diri saya. Saya adalah pemimpi yang selalu mencoba untuk berpikir secara realistis.
Ketika saya berusia 5 tahun, saat itu saya sedang duduk dipangkuan ayah yang baru pulang bekerja. Tiba-tiba ayah saya berkata; "bermimpilah nak.." dan saya masih bingung, saya jawab; "kenapa?". Ayah menjawab; "bermimpilah, kemudian wujudkan mimpimu!"
.jpg)



0 komentar:
Posting Komentar