Kamu mengajarkan saya untuk terbiasa. Terbiasa melewati hari
tanpamu. Terbiasa hidup tanpa kabar darimu. Terbiasa untuk tidak lagi
merindukanmu. Dan akhirnya, saya terbiasa :)
Satu-satunya hal yang aku tidak mengerti adalah ketika rinduku pun tidak lagi berbalas. Ketika "sayang" itu tidak lagi terucap. Ketika perhatianmu tidak lagi tertuju padaku seorang. Itu benar-benar menyakitkan. Dan entah kenapa, aku terlalu pasrah untuk hal itu. Ketika suaraku bahkan tidak lagi berarti untuk kau dengar. Ketika kabarku sudah tak lagi mempengaruhi hidupmu. Ketika rinduku engkau abaikan. Aku sakit ! Kamu-ku hilang. Sudah tidak lagi menganggapku benar-benar ada.
Aku hanya tenggelam dalam rasa sedihku yang tak berujung. Menunggu kabar darimu, bahkan tidak datang sama sekali. Yang aku tunggu itu kabar darimu. Bukan mereka yang bahkan aku tidak tahu siapa ! Tapi kamu. Yaa, kamu !! Masih belum mengerti ya? :')
Baiklah, aku tidak akan menjelaskan lebih rinci. Suaraku tidak akan terdengar olehmu.
:')
Pembicaraan dengan rekan kerja yang tidak kusimak dengan baik, menimbulkan masalah baru. Aku harus kehilangan kepercayaannya karena dianggap sedang kurang sehat. Padahal hari ini aku sengaja memakai riasan yang kupertegas di bagian mata. Agar terlihat lebih segar dan tidak lusuh. Tapi, pikiran, mata dan hati selalu menimbulkan bahasa tubuh yang sama dengan perintah otak. Yakni, tidak bersemangat ! *abaikan :))
Tunggu, apa karena terlalu sering mengabaikan, sehingga aku terkesan tidak peduli? Bukan, aku hanya tidak ingin semuanya diselesaikan dengan emosi yang mendasar.
Sempat berpikir, hal apa yang dapat membuatmu bertahan disini. Tapi aku tidak menemukan jawabannya. Ketika kamu bersikap demikian. Aku menyumpahi diriku yang gagal membuatmu bahagia. Tapi kamu tidak pernah melihat bagaimana aku dari sudut pandang aku sendiri. Ketika aku yang bersikap demikian, kamu akan menyudutkanku layaknya tersangka yang sedang disudutkan di persidangan. Tapi aku bisa apa? Jika sekarang aku merasa bahwa aku bukan lagi orang yang penting dalam hidupmu.
Bukankah kamu yang berkata demikian. Semua yang kamu lakukan sekarang bahkan tidak ada aku didalamnya.
Kamu boleh mengatakan apa saja. Kamu boleh mengutarakan apapun demi kenyamanan hatimu. Aku ini siapa? Bukan siapa-siapa yang berpengaruh dalam hidupmu. Seorang teman pun tidak akan mengungkapkan kalimat demikian. Apalagi kamu, yang pernah mengatakan bahwa kamu adalah milik saya seutuhnya. Sudah, sudah ! Aku jadi mengingat segala yang dulunya indah. Panggilan sayang itu, ucapan sebelum tidur, kecupan hangat, kata rindu yang selalu menggenangkan air di pelupuk mata, dan segalanya dulu.
:')
Aku juga tidak bisa mengerti. Kamu yang menginginkan aku untuk begini dan begitu. Demi kita, aku melakukannya. Agar kita dapat selalu bersama. Kamu? Ketika aku meminta 1 permintaan saja, kamu mengatakan bahwa aku tidak dapat menerimamu apa adanya. Dan kamu kelak akan mendapatkan seseorang yang bisa menerimamu apa adanya. Kamu tahu seperti apa hancurnya hatiku ketika kalimat itu yang kamu lontarkan? Tidak.. Kamu tidak pernah mau tahu bagaimana perasaan orang lain.
Mungkin bagimu akan ada seseorang lain yang memiliki sabar yang lebih. Yang tidak pernah cemburu pada apapun yang kamu lakukan di dunia maya. Yang tidak pernah mempermasalahkan panggilan atau apapun perubahan yang terjadi padamu. Yang juga tidak akan menangis pilu saat kamu tinggalkan untuk beberapa waktu. Yang selalu menunggu mu pulang tanpa menghabiskan uangnya hanya untuk mempercepat pertemuan demi menghilangkan rindu. Yang kamu rasa dapat menerimamu apa adanya.
^_^
Atau kamu sudah menemukannya? Sehingga perubahan itulah yang mencerminkan semuanya? Ohh, maaf. Lagi-lagi pikiran buruk yang menggelayuti alam pikirku. Maaf, aku hanya belum terbiasa. Pada apa yang terjadi selama ini. Tapi aku akan belajar untuk semuanya. Aku akan belajar membiasakan diri dengan semuanya. Semoga kamu paham kenapa aku demikian. Aku tidak melarangmu untuk menganggap aku seburuk apa. Tapi cobalah untuk memandangku dari sudut berbeda. Kamu akan menemukan jawabannya. Atas dasar apa aku demikian nantinya.
Selamat malam, kenangan ~
#Now Listening Agnes Monica - Teruskanlah
Kamu boleh mengatakan apa saja. Kamu boleh mengutarakan apapun demi kenyamanan hatimu. Aku ini siapa? Bukan siapa-siapa yang berpengaruh dalam hidupmu. Seorang teman pun tidak akan mengungkapkan kalimat demikian. Apalagi kamu, yang pernah mengatakan bahwa kamu adalah milik saya seutuhnya. Sudah, sudah ! Aku jadi mengingat segala yang dulunya indah. Panggilan sayang itu, ucapan sebelum tidur, kecupan hangat, kata rindu yang selalu menggenangkan air di pelupuk mata, dan segalanya dulu.
:')
Aku juga tidak bisa mengerti. Kamu yang menginginkan aku untuk begini dan begitu. Demi kita, aku melakukannya. Agar kita dapat selalu bersama. Kamu? Ketika aku meminta 1 permintaan saja, kamu mengatakan bahwa aku tidak dapat menerimamu apa adanya. Dan kamu kelak akan mendapatkan seseorang yang bisa menerimamu apa adanya. Kamu tahu seperti apa hancurnya hatiku ketika kalimat itu yang kamu lontarkan? Tidak.. Kamu tidak pernah mau tahu bagaimana perasaan orang lain.
Mungkin bagimu akan ada seseorang lain yang memiliki sabar yang lebih. Yang tidak pernah cemburu pada apapun yang kamu lakukan di dunia maya. Yang tidak pernah mempermasalahkan panggilan atau apapun perubahan yang terjadi padamu. Yang juga tidak akan menangis pilu saat kamu tinggalkan untuk beberapa waktu. Yang selalu menunggu mu pulang tanpa menghabiskan uangnya hanya untuk mempercepat pertemuan demi menghilangkan rindu. Yang kamu rasa dapat menerimamu apa adanya.
^_^
Atau kamu sudah menemukannya? Sehingga perubahan itulah yang mencerminkan semuanya? Ohh, maaf. Lagi-lagi pikiran buruk yang menggelayuti alam pikirku. Maaf, aku hanya belum terbiasa. Pada apa yang terjadi selama ini. Tapi aku akan belajar untuk semuanya. Aku akan belajar membiasakan diri dengan semuanya. Semoga kamu paham kenapa aku demikian. Aku tidak melarangmu untuk menganggap aku seburuk apa. Tapi cobalah untuk memandangku dari sudut berbeda. Kamu akan menemukan jawabannya. Atas dasar apa aku demikian nantinya.
Selamat malam, kenangan ~
#Now Listening Agnes Monica - Teruskanlah





0 komentar:
Posting Komentar