Senin, 07 Mei 2012

Selamat Malam, Untukmu..

Sejak nafas cinta kau tiupkan, dan menghujam jantungku.
Itulah awal bahagiaku.
Tertulis di wajah pagi,
dan kening senja..

Dan disetiap pagi,
Tulisan kebahagiaan itu menyusup embun tanpamu..
Hanya aku, ternyata.

Datang dan pergi.
Begitulah masa lalu membiruhitamkan tiap lembaran cerita.
Dan kamu berada diantaranya.
Ditempat rebahku kini, kamu berpelangi.
Selamat malam untukmu..
Entah untuk yang keberapa kali.
Yang pasti aku ingin selamanya denganmu.

Dalam Hujan, Aku Menari..


Apa yg ku rekam dari hujan siang ini?
Larik-larik rindu yg menghias rintiknya saat kita sepayung berdua.
Di kota sana,
Disuatu hari tanpa nama.

Sepayung membelah hujan.
Dalam pesona lirih, rintiknya yg menorehkan bahagia, juga luka.
Bersama !

Tawa bahagia dan sedu sedan tangis meramu satu.
Dalam hujan itu, tersimpan jejakmu.
Lewat riuh rintiknya, aku mengadu dan mengaduh pilu.
Aku katakan pada hujan, kita masih satu.
Karena kamu telah memenangkan hatiku, begitu juga dengan aku.

Hujan boleh saja reda, tetapi tidak dengan rinduku.
Kau telah merenggutnya tanpa sisa.
Dan kini, tinggallah kosong meraja.
Dan tetaplah dalam hujan.
Karena disana, aku terbiasa menari bersamamu.

Minggu, 05 Februari 2012

Hanya Surat Yang Takkan Tersampaikan

Untuk seseorang di masa lalu.
Terima kasih sudah mengajarkan saya banyak hal. Terima kasih sudah pernah menjadikan saya permaisuri dalam istana hatimu. Terima kasih sudah mengenalkan saya pada kata cinta, rindu, cemburu, marah, dan sedih. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih sudah hampir berhasil melakukan hal yang anda inginkan walau saya tersakiti. Terima kasih..

Untuk seseorang di masa lalu.
Maaf, maaf bila semua yg terjadi merupakan salah saya. Maaf bila semua yg terjadi berasal dari saya. Maaf.. Dan maaf pula, atas sikap saya setelah itu.

Anda bertanya pada seseorang, mengapa saya bertindak seolah tak mengenalmu sedang kita pernah bersama.. Sebelum menjawab, saya kembali bertanya, bukankah anda yg mengatakan bahwa anda tidak mengenal saya?. Saya mewujudkan apa yg anda ucapkan. Anda mengerti bahwa saya bukan seorang yang nekat. Tapi saya mampu melakukan apa saja yg saya kehendaki, termasuk mengembalikanmu pada saya, dan saya lepas di lautan luas ketika anda sudah di bawah telapak kaki saya. Sama dengan apa yg anda lakukan dulu.

Tapi sayang,
Saya bukan pendendam dan anda tahu akan hal itu! Itu sebabnya anda mencoba untuk menginjak saya kembali. Tapi maaf, saya masih punya harga diri. Tidak mendendam bukan berarti tidak bisa membela diri kan? :D

Sudahlah, sudah beberapa tahun ini mereka mendengar cerita palsu mu itu. Anda membalikkan cerita seolah saya yang menjadi pemicunya. Hellooooo??!!! Masih ada lho saksi2 akan cerita kita.. Perlu diumbar? Ga kan? :D
Sudah sudah..
Saya sudah cukup bahagia dengan apa yg saya punya..
Tidak usah kembali..

Kalaupun anda kembali. Anda hanya memetik hasil dari apa yg saya dan mereka usahakan.
Maaf.. Dan terima kasih :)


Banda Aceh, 2007.

Jumat, 27 Januari 2012

Maaf, Kita Harus Mengikuti Jalan Ini..

"Karena engkau mengutarakan sesuatu itu lagi. Aku hanya mendengarnya sekali dari pria bodoh di masa lalu." Jawab Ayla.
Faldy terdiam. Dipandangnya wanita yang ada dihadapannya. Selera makannya hilang seketika. Ia menginginkan jawaban itu tapi terluka mendengar jawaban atas pertanyaannya.

"Semua pria aneh, setelah mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban yg tidak sesuai dgn harapannya ia akan merajuk!" Gumam Ayla.

"Baiklah, walau kita bersama, engkau masih saja mengingatnya! Kau masih saja hidup dalam bayang-bayangnya. Atau kau memilihku karena aku memiliki kesamaan dengannya." Kata Faldy.

PLAAKKK!!!

Tamparan itu mendarat indah di pipi Faldy.

"Itukah yang kau pikirkan tentang aku? Engkau bahkan terlalu naif!!" Bentak Ayla.
Faldy terdiam, ia sedikit meringis kesakitan.
"Apa yg kau ucapkan tadi, bodoh!!" Pikirnya.

Ia menatap Ayla. Wajah cantik itu sendu. Matanya yg indah basah. Ia menyesal.. Sangat menyesal..

"Baik, sekarang terserah padamu! Aku bahkan lelah menghadapi ulahmu yg tidak pernah bisa ku mengerti! Ingat, aku lelah!!" Ujar Ayla

"Tapi Ay..." Kata Faldy.

"Tutup mulutmu! Jika kau ingin aku meronta2 histeris ketika kau tinggalkan, aku minta maaf !! Air mataku sudah kering utk menangisi apapun yg terjadi! Jika kau ingin membuatku terluka lebih dalam, kau tinggal datang pada orangtuaku, dan janjikan pada mereka kau akan melamarku bulan depan, kemudian, kau tinggalkan aku dalam harapan yg kosong. Sudah? Aku bahkan akan langsung melemparkan diriku dalam jurang kematian!! Itu yg kau mau?! Lakukanlah!! Agar kau puas !!" Ucap Ayla.

"Hal itukan yg pria itu lakukan padamu?" Tanya Faldy.

"Lupakan, itu bukan urusanmu!" Jawab Ayla ketus.

Ayla bahkan sudah sangat muak dengan apa yg terjadi.

"Bagaimana bisa Faldy menuduhnya demikian. Itukah yg berputar didalam otaknya? Itukah alasan ia shingga selama perjalanan hubungan ini ia seperti ragu padaku? Ahh! Bodoh! Aku tidak peduli!!" Pikir Ayla.

"Aku.. Minta maaf atas ucapanku tadi.." Kata Faldy.
"Untuk semua kesalahanmu aku bisa memaafkanmu,aku juga memaafkanmu, tapi aku juga minta maaf. Kita tidak bisa lanjut!" Jawab Ayla.

"Maksudmu?" Tanya Faldy.

"Kita akhiri! Aku tidak bisa hidup dengan orang yg sudah menanam pikiran buruk tentangku. Tidak akan berefek sekarang, tapi akan berefek nanti..!" Jawab Ayla.

Faldy terdiam mendengar kalimat Ayla..
Ia sungguh menyesali apa yang telah ia utarakan tadi.
Tapi sayang, nasi telah menjadi bubur..
Penyesalan selalu datang diakhir cerita..

Selasa, 24 Januari 2012

Guratan Pena Abu-Abu Untuk Sang Pemimpi..

"Ada apa denganmu?" Tanya Caca.
Aku hanya menggelengkan kepala. Terang saja, bagaimana aku harus memulainya. Sedang aku sendiri bingung apa yang sebenarnya terjadi.

"Kau kembali mengingatnya?" Tanya Caca seolah bisa membaca isi hatiku.
Aku menganggukkan kepala.
"Iyaa Ca, aku mengingatnya.." Jawabku.
"Setelah demikian kau masih bisa mengingatnya?" Tanya Caca.
Pertanyaanmu Ca !! Pertanyaanmu memuakkan !! Bisik hatiku.

Aku memandang Caca, tatapan mata gadis ini bahkan masih sangat polos. Ia bahkan tidak mengerti bagaimana menikmati sakit karena cinta !

"Apa yg kau lakukan jika engkau menjadi aku,Ca?" Tanyaku padanya.
"Jelas saja aku akan mencoba melupakannya !" Jawab Caca.
"Benar, kita akan 'mencoba' melupakan org yg telah menyakiti kita." Kataku.
"Kau tahu bagaimana sulit melupakan orang yg pernah menjadi bagian dari hidup kita?" Sambungku.
"Ya, aku sulit melupakan Deff saat aku mengetahui ia berselingkuh dibelakangku.. Tapi sekarang aku bisa, kau juga harus bisa Jess !" Kata Caca.

Engkau bahkan terlalu naif, Ca..

"Apa yg sudah Deff berikan padamu?" Tanyaku.
"Ia mmberikanku sejumlah uang, ia mmbelikan ku banyak barang sepulang dr luar negeri, ia juga memberikan apa yg ku pinta." Jawab Caca.
"Deff memberikanmu kbahagiaan?" Tanyaku.
"Ya.." Jawabnya.
"Deff menjanjikan utk hidup bersamamu?" Tanyaku.
"Tidak, Deff tidak pernah mengatakan itu.." Jawab Caca sembari melongo menatapku.
"Deff memintamu untuk menjadi Ibu utk anak2nya?" Tanyaku lagi.
"Tidak.." Jawab Caca, matanya berkaca-kaca..
"Deff sudah bertemu dgn orangtuamu dan meminta waktu yg tepat utk mengurus pertunangan kau dengannya?" Sambungku.
Caca terdiam..
Menatap iba ke arah ku..
Tatapan yang sangat tidak kusuka! Aku benci di kasihani !!

"Tidak, Jess.. Deff tidak seperti itu.. Itukah yg dilakukan pria itu padamu?" Tanya Caca..
Aku diam, menatap Caca..
Entah apa yang mengalir dari sudut mataku, tapi aku merasa hancur ! Aku merasa jiwaku hilang.. Aku merasa menjadi manusia termalang !!

"Dia melakukan itu?" Caca kembali bertanya.
Dalam isakan, aku menjawab "Ya.. Dan sekarang kau tau bagaimana aku kan?" Tanyaku.
Caca diam, ia tak berkata lagi..
Kurasa ia sadar bahwa saat ini aku benar-benar hancur !!

Dia menuliskan segenap harapan diatas lembaran itu,
Dengan tinta berwarna abu-abu..
Cerita tentang kemusnahan masa lalu,
Dan harapan masa depan..
Namun semua bak harapan kosong..
Semua laksana mimpi indah yang hanya ada dalam dunia khayal sang pemimpi..
Miris..


(April 2007)