Terlepas dari seperti apa tumpukan benang yang ada di genggaman, aku mengurai sendiri gumpalannya yang sudah tak karuan.
Apa kabar Fajar?
Semoga bahagia menghampirimu.
Aku sudah bahagia sekarang. Seperti pesan terakhirmu sebelum hari itu tiba. Kau mengirimkan lagu "Sammy - Kau Harus Bahagia" untukku. Dan aku memenuhi janjiku, bahwa aku sudah teramat bahagia. Kau? Bagaimana denganmu? Apa kau juga menepati janjimu untuk bahagia?
Terima kasih sudah mengunjungiku lewat mimpi-mimpi. Dan terima kasih untuk tidak pernah kembali.
Karena bahagiaku sudah terpatri untuk lelaki pendamping hidupku.
Kita sama-sama lambat dalam menanggapi sesuatu. Tapi karena keterlambatan itulah kini kita menggenggam bahagia masing-masing.
Fajar,
Banyak yang bertanya padaku siapa engkau sebenarnya. Aku ingin membanggakanmu. Ingin kuberitahukan pada dunia bahwa kita adalah sepasang anak manusia yang menjadi korban dari ketidakadilan cinta.
Bagaimana bisa Tuhan menghadirkan cinta diantara kita namun kita tidak ditakdirkan menua bersama.
Tapi aku meyakini bahwa takdir Tuhan itu pasti. Dan bahagia yang dijanjikanNya itu tidak pernah diingkari.
Terima kasih Fajar.
Untuk pengalaman mencintaimu. Dan semoga kau bahagia.
Sekali lagi, jangan pernah kembali.
Senja.




0 komentar:
Posting Komentar