Dia pengecut!
Pecundang yang hanya berani berkoar-koar dari bawah ketiak orang lain. Hina rasanya, tapi ia terlalu bangga dengan ke-pecundang-annya tersebut.
Ingin tertawa ketika dia merasa dia mampu menaklukkan kehidupan. Dia lupa kalau didalam hidup ini manusia hanyalah tokoh. Sedang sutradara adalah Tuhan.




0 komentar:
Posting Komentar