Biarkan saya bebas, Bu. Saya sudah lama hidup dalam penjara batin ini. Saya ingin bebas. BEBAS !
"Kamu ingin pergi? Kemana?" tanya Ibu padaku.
"Entahlah, Bu.. Saya benar-benar butuh sendiri.." jawabku sambil menyuapkan nasi ke mulut Ibu.
Ibu sakit. Ayahku? Jangan ditanya. Dia sedang liburan bersama orang yang dia banggakan. Kami? Duduk menepi disudut kota dalam hati yang muram. Dulu, ada dia yang menjadi tempat saya bernaung. Dia yang dengan tabahnya menenangkan saya. Tapi itu dulu, ketika dia benar masih ada.
"Bagaimana kamu dengan Aldin?" tanya Ibu.
"Ah, hmm.. baik, Bu.." jawabku bingung. Ibu menatapku lekat. Ditariknya wajahku dengan kedua telapak tangannya. Dia pandangi mata saya dalam-dalam.
"Jangan berbohong, buah hatiku.." kata Ibu sembari tersenyum.
Saya hanya balas tersenyum. Maaf, Bu. Saya rasa dia bukan untuk saya..
"Apa yang terjadi?" Ibu kembali bertanya. Saya diam, tidak melanjutkan menyuapi Ibu makanan dan juga tidak menjawab. Ibu bangun perlahan-lahan. Berusaha untuk duduk. Dan merentangkan tangannya.
"Hug me, honey.." kata Ibu.
Saya meletakkan piring nasi Ibu dan langsung memeluknya. getaran-getaran dalam jiwa itu mengeluarkan efek tangisan. Maka, tumpahlah segenap rasa yang sudah menyesakkan dada.
:')
Bagaimana bisa saya hidup dengan seseorang yang tidak benar-benar mencintai saya, Bu?
Bagaimana bisa saya hidup dengan seseorang yang bahkan tidak mengenal saya dengan baik?
Bagaimana bisa saya hidup dengan seseorang yang tidak mengertikan saya, Bu?
Bagaimana bisa saya hidup dengan seseorang yang tidak mengertikan saya, Bu?
Bu, kesalahanmu itu, saya berjanji tidak ingin mengulanginya.
:')
Ibu sanggup. Sedangkan saya TIDAK !
Bertahun-tahun hidup dalam penjara ini, benar-benar menyiksa saya. Saya ingin seseorang yang mencintai saya dengan BENAR ! Yang menghargai perasaan saya. Yang mampu membuat saya melupakan hal buruk yang pernah terjadi. Yang menjaga saya dengan baik. Yang paham dan mengenal saya dengan baik. Yang sesungguhnya, seseorang itu tidak pernah ada. Artinya? Artinya, saya menunggu takdir Tuhan. Membiarkan semuanya berjalan.
Ibu, demi apapun. SAYA LELAH ! :'(
Saya ingin keluar, Bu. Pergi dari sini. Membawa Ibu ke dunia yang benar-benar indah. Dunia yang penuh warna cerah kebahagiaan. Dunia yang bukan disini. Dunia kita, Bu. Dunia kita hidup abadi. ^_^




0 komentar:
Posting Komentar