Minggu, 06 Januari 2013

Mari Melihat Takdir..


Bagaimana anda memegang saya ketika saya hendak terlepas? Bagaimana anda merangkul saya ketika saya terjatuh? Bagaimana anda benar-benar menyesal atas apa yang terjadi lalu? Saya tidak melihat ada kesungguhan disana. 

Saya kagum pada anda yang benar-benar membuat batin saya lemah malam ini. Untuk mengetik pun saya mengumpulkan sisa-sisa energi yang saya punya. Bukan terlalu besar salah yang anda perbuat, tapi terlalu banyak kesempatan yang saya berikan tidak anda pergunakan dengan sebaik-baiknya. Sorry, my heart is too easily destroyed. Itu karena ia terbuat dari segala rasa yang tulus, sungguh-sungguh, dan nyata. Saya berjuang sendiri untuk mempertahankan apa yang saya rasa pantas untuk dipertahankan. Lagi-lagi saya salah langkah.
^_^

Dulu indah, itu dulu. Ketika ego tidak terjunjung tinggi. Ketika harapan belum pernah terbuyarkan. Ketika rangkaian kata-kata belum ada yang keluar tanpa mengenai ulu hati. Ketika saling menghargai masih menjadi prioritas utama. Tidak sekarang. Kenapa? Karena segalanya sudah terbalik. Yang diagung-agungkan malah menjadi bumerang untuk hidup kita.

Hei anda yang kemilaunya selalu membutakan mata saya. Bisakah berdiri tetap disana. Tidak perlu maju, terlalu banyak marabahaya disini. Biarlah saya sendiri saya melawan apa yang terjadi. Anda disana saja, tidak perlu ikut. Saya sedang belajar melewati segalanya sendiri. ^_^

0 komentar: