Aku mengerti bahwa hidup ini hanya merupakan sebuah
rangkaian aksi yang berkesinambungan. Sebuah rangkaian cerita yang tak pernah
dirumuskan ataupun ditulis secara nyata. Sebuah rutinitas kompleks yang
dibentuk oleh keinginan, harapan, dan pemberontakan.
Aku bercermin dari kepribadian orang-orang yang tak pernah
memikirkan suatu tujuan. Mereka menghadapi masa depan yang tenang tanpa ada
sebuah asa yang berarti. Mereka bersikap seolah-olah hidup ini telah memiliki
skenario yang pasti bagi masing-masing mereka. Mereka seolah-olah lupa akan
jaminan perubahan yang dijanjikan kepada mereka apabila mereka berusaha
menemukan arti kehidupan yang lebih baik.
Aku tak pernah melihat sebuah gemerlapnya hidup yang
seharusnya tercermin dari paras wajah mereka. Aku tidak menemukan kualitas
hidup dari mereka. Sebuah ideologi kuno dan budaya turunan yang sangat
bertentangan dengan sejengkal ilmu yang kumiliki. Sebuah pemberontakan
minoritas yang muncul dari hati kecil yang selalu mendambakan arti perjalanan
jiwa yang lemah.
Mungkinkan keberanian untuk berbeda ini tidak beralasan?
Apakah hanya sebuah ledakan tak berarti yang muncul karena hormon yang sedang
bergejolak? Atau mungkin sebuah bukti bahwa hanya sebagian kecil manusia yang
kuat dan berkeinginan untuk mencari realitas demi membuktikan bahwa skenario
hidup yang selama ini dianggap kompleks dan rumit merupakan sebuah garis lurus
fleksibel yang dapat dibentuk apabila kita berkehendak dan mencoba merubah
bentuknya agar dapat menyuarakan sedikit senyuman?
Mungkin semuanya terasa sangat membingungkan yang mungkin
bisa membuatku tersesat dan terlalu jauh berjalan. Aku takut otak kecil ini
tidak kuasa mengolah semua kerancuan pengertian yang selama ini menuntun kemudi
hati ini. Aku takut punggung ini tak dapat menemukan dinding sandaran untuk
menopang letihnya. Aku takut akan kenyataan bahwa manusia itu sebenarnya
hanyalah sebuah bentuk ketidakmampuan dengan sifat arogan yang berlebihan. Tapi
bukankan karena itu kita hidup ber-Tuhan?




0 komentar:
Posting Komentar