Jumat, 27 Januari 2012

Maaf, Kita Harus Mengikuti Jalan Ini..

"Karena engkau mengutarakan sesuatu itu lagi. Aku hanya mendengarnya sekali dari pria bodoh di masa lalu." Jawab Ayla.
Faldy terdiam. Dipandangnya wanita yang ada dihadapannya. Selera makannya hilang seketika. Ia menginginkan jawaban itu tapi terluka mendengar jawaban atas pertanyaannya.

"Semua pria aneh, setelah mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban yg tidak sesuai dgn harapannya ia akan merajuk!" Gumam Ayla.

"Baiklah, walau kita bersama, engkau masih saja mengingatnya! Kau masih saja hidup dalam bayang-bayangnya. Atau kau memilihku karena aku memiliki kesamaan dengannya." Kata Faldy.

PLAAKKK!!!

Tamparan itu mendarat indah di pipi Faldy.

"Itukah yang kau pikirkan tentang aku? Engkau bahkan terlalu naif!!" Bentak Ayla.
Faldy terdiam, ia sedikit meringis kesakitan.
"Apa yg kau ucapkan tadi, bodoh!!" Pikirnya.

Ia menatap Ayla. Wajah cantik itu sendu. Matanya yg indah basah. Ia menyesal.. Sangat menyesal..

"Baik, sekarang terserah padamu! Aku bahkan lelah menghadapi ulahmu yg tidak pernah bisa ku mengerti! Ingat, aku lelah!!" Ujar Ayla

"Tapi Ay..." Kata Faldy.

"Tutup mulutmu! Jika kau ingin aku meronta2 histeris ketika kau tinggalkan, aku minta maaf !! Air mataku sudah kering utk menangisi apapun yg terjadi! Jika kau ingin membuatku terluka lebih dalam, kau tinggal datang pada orangtuaku, dan janjikan pada mereka kau akan melamarku bulan depan, kemudian, kau tinggalkan aku dalam harapan yg kosong. Sudah? Aku bahkan akan langsung melemparkan diriku dalam jurang kematian!! Itu yg kau mau?! Lakukanlah!! Agar kau puas !!" Ucap Ayla.

"Hal itukan yg pria itu lakukan padamu?" Tanya Faldy.

"Lupakan, itu bukan urusanmu!" Jawab Ayla ketus.

Ayla bahkan sudah sangat muak dengan apa yg terjadi.

"Bagaimana bisa Faldy menuduhnya demikian. Itukah yg berputar didalam otaknya? Itukah alasan ia shingga selama perjalanan hubungan ini ia seperti ragu padaku? Ahh! Bodoh! Aku tidak peduli!!" Pikir Ayla.

"Aku.. Minta maaf atas ucapanku tadi.." Kata Faldy.
"Untuk semua kesalahanmu aku bisa memaafkanmu,aku juga memaafkanmu, tapi aku juga minta maaf. Kita tidak bisa lanjut!" Jawab Ayla.

"Maksudmu?" Tanya Faldy.

"Kita akhiri! Aku tidak bisa hidup dengan orang yg sudah menanam pikiran buruk tentangku. Tidak akan berefek sekarang, tapi akan berefek nanti..!" Jawab Ayla.

Faldy terdiam mendengar kalimat Ayla..
Ia sungguh menyesali apa yang telah ia utarakan tadi.
Tapi sayang, nasi telah menjadi bubur..
Penyesalan selalu datang diakhir cerita..

Selasa, 24 Januari 2012

Guratan Pena Abu-Abu Untuk Sang Pemimpi..

"Ada apa denganmu?" Tanya Caca.
Aku hanya menggelengkan kepala. Terang saja, bagaimana aku harus memulainya. Sedang aku sendiri bingung apa yang sebenarnya terjadi.

"Kau kembali mengingatnya?" Tanya Caca seolah bisa membaca isi hatiku.
Aku menganggukkan kepala.
"Iyaa Ca, aku mengingatnya.." Jawabku.
"Setelah demikian kau masih bisa mengingatnya?" Tanya Caca.
Pertanyaanmu Ca !! Pertanyaanmu memuakkan !! Bisik hatiku.

Aku memandang Caca, tatapan mata gadis ini bahkan masih sangat polos. Ia bahkan tidak mengerti bagaimana menikmati sakit karena cinta !

"Apa yg kau lakukan jika engkau menjadi aku,Ca?" Tanyaku padanya.
"Jelas saja aku akan mencoba melupakannya !" Jawab Caca.
"Benar, kita akan 'mencoba' melupakan org yg telah menyakiti kita." Kataku.
"Kau tahu bagaimana sulit melupakan orang yg pernah menjadi bagian dari hidup kita?" Sambungku.
"Ya, aku sulit melupakan Deff saat aku mengetahui ia berselingkuh dibelakangku.. Tapi sekarang aku bisa, kau juga harus bisa Jess !" Kata Caca.

Engkau bahkan terlalu naif, Ca..

"Apa yg sudah Deff berikan padamu?" Tanyaku.
"Ia mmberikanku sejumlah uang, ia mmbelikan ku banyak barang sepulang dr luar negeri, ia juga memberikan apa yg ku pinta." Jawab Caca.
"Deff memberikanmu kbahagiaan?" Tanyaku.
"Ya.." Jawabnya.
"Deff menjanjikan utk hidup bersamamu?" Tanyaku.
"Tidak, Deff tidak pernah mengatakan itu.." Jawab Caca sembari melongo menatapku.
"Deff memintamu untuk menjadi Ibu utk anak2nya?" Tanyaku lagi.
"Tidak.." Jawab Caca, matanya berkaca-kaca..
"Deff sudah bertemu dgn orangtuamu dan meminta waktu yg tepat utk mengurus pertunangan kau dengannya?" Sambungku.
Caca terdiam..
Menatap iba ke arah ku..
Tatapan yang sangat tidak kusuka! Aku benci di kasihani !!

"Tidak, Jess.. Deff tidak seperti itu.. Itukah yg dilakukan pria itu padamu?" Tanya Caca..
Aku diam, menatap Caca..
Entah apa yang mengalir dari sudut mataku, tapi aku merasa hancur ! Aku merasa jiwaku hilang.. Aku merasa menjadi manusia termalang !!

"Dia melakukan itu?" Caca kembali bertanya.
Dalam isakan, aku menjawab "Ya.. Dan sekarang kau tau bagaimana aku kan?" Tanyaku.
Caca diam, ia tak berkata lagi..
Kurasa ia sadar bahwa saat ini aku benar-benar hancur !!

Dia menuliskan segenap harapan diatas lembaran itu,
Dengan tinta berwarna abu-abu..
Cerita tentang kemusnahan masa lalu,
Dan harapan masa depan..
Namun semua bak harapan kosong..
Semua laksana mimpi indah yang hanya ada dalam dunia khayal sang pemimpi..
Miris..


(April 2007)

Rabu, 21 Desember 2011

Kabut Di Ujung Mimpi..

"Kau akan bertahan?" Tanya Uni.
"Lantas? Kau punya cara untuk aku bisa pergi?" Sisil balik bertanya.
"Ya, kau bisa saja pergi kapan pun kau mau." Jawab Uni.
"Oh ya? Hmmm.. Saranmu ku pertimbangkan.." Kata Sisil.

Tidak, Sisil bahkan tidak akan pernah mengubah pendiriannya. Ia tetap akan bertahan, meski ia tahu, penantiannya itu akan berujung sia-sia. Dari awal ia tahu, sahabatnya akan mengeluarkan kalimat itu. "Lakukan yg kau anggap terbaik, Sil!!" Bisik hati kecilnya.

Sisil, seorang wanita yang kehidupan pribadinya jauh dari jangkauan orang-orang. Ia cenderung lebih memilih diam, ketimbang mengumbar yg baginya merupakan aib.. Yaa,, aib itu bukan berarti hal yg buruk kan?
"Apa alasanku untuk pergi darimu, mas?" Ia bertanya pada kekasih hatinya, dan tak ada jawaban..

"Aku tidak melarangmu pergi ,mas .. Pergi lah.. Tapi bolehkah aku meminta sesuatu darimu?" Tanya Sisil.
"Ya, silahkan saja." Ia menjawab tapi tidak mengalihkan pandangannya yang jauh dr mata Sisil..

"Aku mengizinkanmu pergi, pergilah mas.. Tapi aku mohon, berikan aku waktu untuk bisa menerima semua ini, pergilah ketika aku sudah siap utk kau tinggalkan.. Pergilah ketika aku sudah mampu berdiri lagi.." Jawab Sisil dalam isak tangisnya..

Pria itu mengalihkan pandangannya ke arah Sisil..
"Sisil, kau tau, keputusan ini adalah yg tersulit bagiku. Engkau baik, engkau bahkan mendekati kesempurnaan.. Tapi maaf, kau belum untukku .." Jawabnya pelan..

Sisil diam.
Ia tenggelam dalam imajinasi dan pikirannya sendiri..

"Sisil?" Panggilnya..
"Kau baik2 saja?" Lanjutnya..

Sisil masih diam.

"Mas, aq sudah siap. Pergilah.." Jawabnya tegas!

Sekarang, pria itu yang terdiam. Menggali-gali pikirannya ttng kputusan yg telah ia ambil..

"Pergilah, mas.. Sekarang!" Sisil berkata lagi dengan suara yg dibuatnya tegas ..
Pria itu pergi,
Meninggalkan ia yg masih terduduk di bawah binaran sang rembulan..
Ia pandangi punggung pria yg meninggalkannya itu..
Pria yg 'pernah' menjadi pengisi mimpi-mimpinya..
Pria yg 'pernah' membantunya mengukir harapan di atas kertas impian..
Yaaa,, Pria itu segalanya untuk Sisil..
Sampai saat ini, masih pria itu ..

***

"Dia sungguh pergi, bahkan ketika aku belum siap.." Kata Sisil padaku..
Kupandangi wajah cantiknya, ia sempurna ya ‎​اَللّه .. Kenapa pria itu tega? Apa salahnya?
Sisil masih bermain dalam perasaannya yang sedang kalut. Ya ‎​اَللّه, mengapa Engkau biarkan tetesan airmata itu jatuh hanya untuk pria itu? Pria yg tak pernah menganggapnya sbg kkasih hatinya?

"Bukankah kau yg menyuruhnya pergi?" Tanyaku.
"Ya, kau benar. Kukira ia peka, tapi ternyata tidak. Ia bahkan tidak memberikan aku waktu untuk bisa siap menerima nya." Jawab Sisil.

Aku hanya diam, tak dapat berkata apapun.. Sisil, yang ku tahu ia wanita yg tegar. Yang ku tahu ia wanita yang sangat penyabar, yang aku tahu pula, ia wanita yg sangat ikhlas.. Tapi skrg? Ia bahkan terlihat sangat hancur dan rapuh..

"Sil, harusnya kau tidak bersedih, kau hanya kehilangan dia, bukan hatinya. Kenapa? Karena sejak awal, hatinya bukan milikmu.. Sedang dia? Dia khilangan kau dan hatimu. Ia belum menyadari itu.." Kataku.

Aq diam, mencerna apa yg kukatakan barusan.
Sisil diam, entah apa yg ada di benaknya..

"Kau benar, cantik.." Jawab Sisil tersenyum..
Senyuman itu, senyuman yang dibuatnya agar terlihat kuat..
Senyuman itu, senyuman palsu..
Ia rapuh, ia benar-benar rapuh!
Ia bahkan telah hancur..

Sisil, Tuhan menyimpanmu untuk pria yg lebih baik. Tenang saja, tulang rusuk yg hilang itu hanya memiliki satu pemilik, dan dia lah nnti yg memilikimu..
Sisil, bersabarlah..
‎​اَللّه menyimpan yg terbaik untuk kita ..

Sisil diam di dalam kamarnya, aku meminta izin utk pulang.. Kutinggalkan wanita cantik itu, membiarkan ia menjadi diri nya sendiri tanpa ada aku didekatnya..
Karena aku tau, ia akan menjadi pura2 mampu,pura2 sanggup.. Ia akan menjadi sosok yg penuh kepura2an jika sedang kalut..


U ♥ A
Koetaradja, Desember 2011

Sabtu, 17 Desember 2011

Kisah Antara Kita

Serpihan asa yang terhembus oleh dentingan waktu..
Menjadikan harapan indah akan masa lalu terhapus waktu..
Ada rasa yang telah lebur..
Ada impian diambang garis hancur..
Dan dia, kisah ku !

Di nikmati, walau sebenarnya tanpa rasa..
Di hayati, meski tanpa cinta..

Mereka menganggap serpihan itu sampah!
Tapi aku, tidak..
Mereka menganggap dentingan itu palsu!
Sedang aku menganggapnya ada..

Hanya aku kah yang mendengar ?
Atau mereka yg tidak peka ?

Untaian permata2 halus itu terjuntai indah dalam cerita ku..
Setiap butirnya membawa khayalan tercampak pada kenyataan..
Dan itu, kisah ku..
Kisah kita..
Kisah kau dan aku ..

Senin, 05 Desember 2011

Kami disini untukmu, sayang !!

ini adalah permulaan kehidupan barumu, sayang. bahkan ketika engkau merasa saat ini engkau adalah manusia paling malang, tapi percayalah.. kami ada disini bersamamu.. :)
saat ini, emosi itu masih meracuni logikamu. tapi aku yakin engkau bisa !! tidak ada yang tidak bisa kau lakukan, KECUALI engkau sendiri tidak mau untuk berubah menjadi bisa.
sayang, harapan seperti apa yg ia berikan padamu? adakah janjinya untuk membawa keluarganya ke dalam keluargamu untuk dipertemukan?? atau ia pernah berjanji akan menikahimu bulan depan?? atau ia telah berbicara pada ayahmu akan membahagiakanmu ?? pernah ?? harapan seperti apa yg ia berikan sehingga itu mengubah pola pikirmu yg sudah tak karuan lagi bentuknya.

sayang,
kau bilang itu sulit? aku juga sulit ketika dihadapi dengan hal itu. terlebih dengan janji-janji itu. tapi aku bisa, karena aku yakin, akan ada seseorang lain nantinya yg akan mengucapkan "terima kasih" padanya karena telah melepaskanmu :)
sayang,
kami disini,, kami yg pernah mengalami perihnya rasa itu, membantumu melupakannya. tidak! kau tidak perlu melupakannya, cukup utk menghilangkan semua perasaanmu padanya. seperti aku, yg walau hingga detik ini membencinya, tapi dia cukup sebagai masa lalu. tidak perlu meratapi nasib, karena nasib masih bisa diubah.. :)

kau akan menemukan yg lebih baik, jika kau berusaha untuk menemukannya.
sebelumnya, perbaiki sifat burukmu itu, kelak kau akan bahagia seutuhnya jika kau mau :)
tenang saja, kami masih disini bersamamu..
kita masih bisa melukis warna pelangi dengan semua warna yg kita sukai..
menangislah untuk saat ini, tapi nanti, ketika kau bangun dari tidurmu.. kami tak ingin ada tetesan air mata lagi yg jatuh dari pelupuk mata indahmu :)

we 're miss you, my lovely dude, Irma :)


* Markas Dunia Anak, 5 Desember 2011 *