Tik.. Tik.. Tik..
Tetesannya yg menggempur bumi perlahan mereda.
Sayup-sayup kembali terdera suara deru kendaraan.
Dan aroma khas dari tanah pun menguar merebak indera penciuman.
Denting waktu yang terus bergulir, menyematkan garis-garis halus di wajahmu.
Ayah..
Bahkan air hujan sekalipun tidak bisa mewakili banyaknya cintaku kepadamu.
Di kehidupan mendatang.
Di kehidupan selanjutnya.
Aku hanya ingin tetap menjadi anakmu.
Yang menjadi pelita dalam kepenatanmu..
Yang menjadi alasan untukmu tersenyum..
Yang menjadi alasan untukmu terus melanjutkan hidup..
Ayah..
Aku mencintaimu..
- alyasafna -
#30harimenulispuisi #karenamenulispuisiituseksi #day2




0 komentar:
Posting Komentar