Ini tentang kamu. Yang diam-diam kutulis ceritamu dalam ruang hatiku. Aku menyusun tiap kalimat menjadi sajak yang indah. Hal itu agar suatu saat ketika aku merindumu, aku ingin merindumu dengan indah. Permisi, hati. Apakah Tuanmu berkenan jika aku menulis namanya dalam hatiku? Ah, aku ingin sekali berharap lebih. Tapi aku tidak ingin berangan terlalu jauh.
Sudah beberapa waktu yang aku lewati tanpa melihat wajahmu. Ini seperti rindu yang Tuannya entah sedang dimana.
Aku ingin merengkuh raganya dalam pekat malam. Berdiri di tepian pantai dengan menatap senja dari tempat yang sama dengannya. Bersandar di peluknya ketika aku rapuh. Apa yang kusuka? Ya, ketika aku lemah ia seakan merentangkan kedua tangannya. Menuntutku untuk jatuh di pelukannya. Sayang, jarak antara dia dan aku terpisah ribuan kilometer.
Dia mengajariku bagaimana bermimpi dengan baik. Dia mengajariku bagaimana mewujudkan mimpi-mimpiku.
Kamu, terima kasih. Sayang ini untukmu. Cinta ini milikmu.
Berdirilah disisianku. Kita lewati setiap musim bersama-sama :)
Padamu, Hati.
Aku menempatkan Tuanmu di singgasananya yang agung.
:)




0 komentar:
Posting Komentar