Minggu, 28 Juli 2013

Pada akhirnya, aku kalah..


Silahkan masuk! 

Pintu rasa itu selalu terbuka demi dan untuk kebersamaan kita. Maukah? Mampukah? Karena sendiri, aku tak yakin mampu mengemas pulang kebahagiaan itu, untuk kita. Sebagai kita, sudah sampai di mana perjalanan rasa yang tersepuh? Sebagai anugrah, itulah posisimu. Sebagai bahagia yang terpatri kini, nanti, dan di masa lalu. Sebagai kita, kebersamaan itu lebih dekat dengan bahagia, bagiku. Dan aku yakin, begitu pula denganmu.

Lalu, segalanya beringsut ke tepi. Tanpa merunut kata hati. Mungkinkah kembali seperti dulu lagi? Terbelenggu oleh rasa yang kita sama-sama tidak mengerti. Bertahan entah karena benar cinta, atau karena sudah terbiasa bersama. Kita sudah berjarak dengan rasa bisu yang menghitam-kepekatan.

Seharusnya sebagai kita. Perpisahan tidak akan pernah mengubah apa pun. Karena kau telah memenangkan hatiku. Ternyata, kata "Seharusnya" tidak berlaku lagi untuk kita. Kini aku tahu, kau memilih bergeser dari garisku. Dan membungkam hilang kenangan itu.

Dan aku? Pada akhirnya aku tak perlu lagi mengatakan; "kembalilah!". Karena aku telah kalah, bahkan sebelum melambaikan kata perpisahan..

0 komentar: