Jumat, 19 Juli 2013

Aku Pergi ~


Percuma! Percuma kita bertahan jika masing-masing dari kita memegang sebilah pisau. Itu merupakan bahasa lain dari kata saling menyakiti. Aku terlalu naif. Memaksamu menjadi seperti yang aku inginkan. Sedangkan kamu, tidak berniat sama sekali untuk menjadi seperi yang aku harapkan. Tidak! Aku menginginkanmu menjadi teman hidupku selamanya. Tetapi aku tidak berharap lebih. Jika kau tidak mampu menjaga hati dan perasaanku, mungkin kau bukan orang yang tepat untuk bisa memiliki hatiku. 

Aku pernah menyerahkan hidup dan matiku. Tapi kau bahkan tidak pernah mensyukurinya. Kau memintaku menjadi yang kau mau. Segala cara kukerahkan agar kau bertahan disisiku. Hingga suatu waktu, kau meminta untuk kita berjalan tanpa lagi saling beriringan. Benar.. Ibarat petir di siang bolong. Ibarat bumi runtuh menimpaku. Dan aku, diam tak bergeming. Satu-satunya yang ada diotakku adalah aku akan membahagiakanmu. Termasuk jika itu adalah dengan tanpa ku disisimu. Aku terlalu banyak mengalah. 

Bodoh memang. Aku beranjak pergi meninggalkan mereka demi kau. Tetapi sesampaiku disampingmu, kau meninggalkanku dalam kesendirian. Kau terlalu kejam. Aku tidak menyalahkanmu. Tapi sejak saat itu, aku memupuk hatiku untuk tidak lagi mencintaimu secara berlebihan. Meski tak kuasa aku menahan pilu itu, atas nama Tuhan, Sang Pemilik Hati Manusia..Aku berjanji, jika jalanku semakin berliku, aku menyerah. Mungkin itu cara Tuhan menunjukkan padaku bahwa jalanku salah. 

Tiba saat dimana aku benar-benar kecewa. Salah! Aku benar-benar benci pada sikapmu. Saat dimana kau beranjak tanpa permisi. Dihadapan orang banyak. Sejak saat itu, namamu sudah tidak lagi agung di hatiku. Aku pergi. Dan meninggalkan segala tentang kita yang pernah ada. 

Aku sempat berpikir, kau bahkan tidak lebih baik darinya. 

Meski seribu maaf terucap, entah kenapa. Hatiku sudah terlalu beku untuk merasakan apapun. Entahlah. 

0 komentar: