Jumat, 19 Juli 2013

Bagaimana Hati Bicara? Adalah Waktu Yang Menjawab..



Ini luka. Yang bahkan belum mengering. Tapi kamu sudah menggoreskan luka baru di tempat yang lama. Haruskah saya mengaduh? Agar kamu tahu kalau saya kesakitan? Haruskah saya berteriak? Agar kamu mengerti kalau ini sudah sangat menyakiti saya? Tidakkah bisa kamu melihat? Setiap pemberontakan saya yang saya salurkan melalui sikap?

Kalau kamu menangis? Mengeluarkan airmata. Itu melegakanmu. Tahukah kamu ketika saya menangis? Bahkan tidak lagi mengeluarkan air mata! Kamu selalu meneriakkan keadilan, sedangkan kamu tidak pernah berlaku adil. Kamu selalu marah ketika tersakiti, sedang kamu selalu menyakiti. Bagaimana ini? Apa yang kamu pikirkan?

Saya diam. Kamu semakin melakukan hal-hal yang tidak saya sukai. Entah naif, entah khilaf. Tapi saya rasa kamu sedang melakukan khilaf yang dinikmati. Manis sekali. 
:)
Kamu mau marah? Silahkan. 
Kamu mau kecewa? Silakan.
Kamu mau menyalahkan saya juga silahkan.

Karena kamu sama dengan mereka. Tidak pernah mau berpikir mengapa seseorang bersikap buruk. 
Kamu sama dengan yang lain. Merasa diri seolah korban daripada penganiayaan hati. Jika kamu berkata ketika dulu saya butuh, kamu tidak menjauh pergi. Bagaimana ketika dulu kamu memutuskan untuk tidak menggunakan alat komunikasi? Bicara materi, terlalu banyak sudah. Bicara pengorbanan, apa lagi yang kurang?

Sekian banyak saya melakukan pengorbanan, tidak saya ungkit sedikitpun. Bagaimana kamu? Sudah berapa banyak yang kamu korbankan? Atas nama saya? Tidak. Kamu berkorban hanya atas hidupmu sendiri. Saya tidak berpengaruh sedikitpun pada hidupmu. Jika benar saya berpengaruh, mengapa kamu melakukan segalanya tanpa membicarakan kepada saya?

Saya tidak pernah mengerti.
Seseorang pernah berkata, kamu adalah orang yang selalu memikirkan; Di sebuah pohon terdapat banyak dahan. Disetiap dahan memiliki dedaunan. Didalam dedaunan memiliki stomata dna klorofil. Dimana daun hijau karena adanya fotosintesis dari matahari. Mengapa matahari bersinar dengan sinaran yang mampu memberikan makan pada daun? Partikel apa saja yang terdapat didalam sinarannya? 

Begitulah. Penting memang. Tapi tidak selamanya pertanyaan harus dijawab dengan lisan. Tidak selamanya senyum mengartikan kebahagiaan. Tidak selamanya menangis adalah ungkapan dari rasa sedih. Tidak selamanya karang di lautan berdiri kokoh. Tidak selamanya.

Sesuatu akan berubah karena waktu. Seseorang akan berubah karena keadaan. 
Ketika kamu menyalahkan orang lain. Pikirkan. Apa kamu sudah benar?

1 komentar:

hati berbicara disaat lelah menghampiri :D

tulisannya keren-keren nih, teruskan ;)