Masihkah ada tempat untuk wanita sepertiku?
Penikmat buaian nafsu dunia.
Pelantun ayat-ayat sendu menantang takdirnya.
Masih adakah tempat yang layak untuk wanita sepertiku?
Secawan bahagia mampu mengalihkanku dari istana yang megah.
Segelas nafsu membuatku lupa bahwa hidup tidak hanya sampai hari ini.
Tetapi aku masih menenggak dengan hausnya kasih sayang yang terbuang sia-sia.
Dari mereka yang bahkan tidak mengenal siapa diri mereka.
Masihkah pantas aku menduduki kursi untuk para bidadari syurga?
Sedangkan kini aku berpakaian dosa dan nista.
Aku tidak meminta, aku hanya bertanya.
Seperti apa nasibku kelak?
Nasib seorang wanita jalang sepertiku ini?
Nasib seorang wanita jalang sepertiku ini?
Jika bahagiaku bukan disana.
Maka biarkan aku berbahagia dengan caraku disini.
Meski semua bersifat semu.
Aku enggan mengakhiri sesuatu yang menyentuh kalbuku.
Untukmu para pendosa.
Lihatlah jubah yang kita kenakan.
Hitam, berdebu dan kotor.
Kapan hendak berganti?
Entahlah, aku menyerahkan langkahku pada Yang Maha Esa.
Sampai detik ini, aku masih percaya bahwa Tuhan Maha Penyayang..




0 komentar:
Posting Komentar