Kamis, 14 Februari 2013

Takdir..


Kembali aku melihatnya duduk menangis disebuah sudut ternyaman baginya. Ia menangis tersedu-sedu. Aku mendekatinya, bertanya dengan penuh hati-hati, "kau kenapa?". Ia menatapku sesaat lalu kembali tenggelam dalam kedua tangannya yang membekap pahanya.

Aku memeluknya ragu. Takut ia berontak dan marah. Benar saja! Ia menolak. Mengusirku dari sisinya. Aku hendak beranjak, tapi niat itu aku urungkan. Aku mengambil posisi duduk di tepian tempat tidurnya. Membiarkan ia menangis.

Ia memandangku. Tatkala aku tak juga keluar, ia menyerah dengan melanjutkan tangisannya. Aku iba, hatiku terasa perih melihatnya menangis demikian. Aku keluar untuk mengambilkannya air minum. hanya 10 menit aku pergi, ketika aku kembali, suasana kamar seperti kapal pecah, ia sudah tersungkur, aku kaget!

Yaa, dia memilih pergi. Dia pergi dengan hujaman pecahan cermin dikamarnya yang ia hujam tepat di jantungnya. Beberapa irisan di pergelangan tangannya.
Gadis yang malang.

Engkau memilih pergi dengan cara demikian. Tahukah kau sayang?
Aku menyesal meninggalkanmu saat itu.
Tapi semoga kau tenang disana.
Kembalilah dalam pelukan Sang Maha Pengasih..
Ayla, terima kasih untuk pelajaran hidupmu selama ini.
Aku belajar dari semua yang terjadi padamu..
Terima kasih, sahabat..
Tunggu aku di syurga :')

0 komentar: