Kamis, 14 Februari 2013

Lepas, Terbang, Dan Hilang..

Biarlah angin yang membawanya, Ia bahagia pada apa yang sudah Ia putuskan.

Terima kasih Pelangi, engkau pernah menjadi bagian dari semangatku. Dulu aku berpikir lebih baik aku mendekatimu demi menghindari hati lain yang mampu membuatku nyaman dikala gundah. Tapi aku salah. Seseorang yang pintar mengatakan padaku bahwa itu tindakan bodoh. Dan aku menyerah. Tapi apapun yang terjadi, kita pernah melewati hari bersama. Engkau pernah mengingatkanku tentang misteri yang selama ini menjamahi alam mimpiku. Terima kasih Pelangi.. Engkau indah dengan berbagai warnamu. :)

Terima kasih Senja, indahmu pernah menyilaukan nuraniku. Aku tertegun pada saat pertama aku memandangmu dengan perasaan. Kau panorama alam terindah yang aku suka. Dulu aku kagum pada pesonamu. Engkau selalu muram, merasakan pedihnya hidup yang selalu muncul pada kaki hari. Tapi aku tidak melihatmu mengeluh. Engkau dengan ikhlas memancarkan pesona indahmu. Kau akhiri hari dan menyambut malam dengan indahmu. Kau, baik sekali. Darimu aku belajar mengukir kalimat, bahwa "wanita tegar itu cantik".

Yaa, aku tegar. Meski sesekali aku membutuhkan sandaran yang baik dan kuat. Untuk raga yang kini jiwanya entah kemana, aku mencoba untuk kembali menyingsing hari esok dengan baik. Tanpa pelangi. Tanpa senja. Hanya ada aku dan hidupku yang sudah tidak berbentuk alurnya.

Tuhan, pernah aku menyesali takdir. Pernah aku tenggelam dalam buruknya kasih sayang semu. Pernah aku hanyut dalam rentetan kalimat yang menyanjungku. Dan kini, ketika aku mulai menerimanya. Bisakah jangan Engkau renggut bahagia meski itu semu? :(
Aku mohon.

Benar! Sel-sel diotakku sudah terlalu banyak yang mati akibat hal itu. Maka, aku mohon untuk tidak memusnahkan yang tersisa. Biarlah aku menjalani hari yang semestinya sudah Engkau tuliskan. Marabahaya yang melintang di persimpangan pun aku sudah melewatinya dengan angkuh. Semakin congkak mereka, maka semakin tegak langkahku menapaki hari. Namun, itu hanya sampai kemarin. Hari ini, aku pasrah pada apa yang seharusnya terjadi. Aku menyadari siapa aku dan dimana aku berada kini.. Ya !! Disini bukan tempatku. Lantas, jika anda yang berada disini, ditempat yang bukan seharusnya anda berada disini, apa yang akan anda lakukan??

Tuhan, aku mohon. Untuk pintaku sebelum menuju gerbang akhir. Biarlah aku mencecap manis bahagia ini meski berujung dengan kepahitan. Setidaknya, aku pernah merasakan bahagia yang ia bawa untukku.. Aku mohon..
:((

0 komentar: