Sabtu, 12 Juli 2014

Syukur(ku) padaMu..

Mungkin saya hanya kurang bersyukur. Ya, saya wanita yang (lebih tepatnya) tidak bersyukur. Mengapa? Karena saya tahu bahwa suami saya sangat mencintai saya, namun saya enggan membalasnya. Bukan karena tidak mencintainya, hanya saja saya masih bingung dengan apa yang saya rasa.

Hingga pada akhirnya.. Disuatu malam yang hening. Saya menatapnya ketika ia sedang menyantap makan malam. "Allah, laki-laki ini yang dengan tangannya ia mencari nafkah untuk menghidupi kami.. Hamba mohon pengampunanMu karena tidak bersyukur ini.." Ucapku dalam hati.

"Kamu melamun?" Tanyanya.
"Tidak.. Saya hanya memandangmu yang makan dengan lahapnya.." Kataku ngeles.
Ia tersenyum.
"Saya sengaja tidak makan diluar, saya ingin makan masakan istri saya." Katanya.
Dan saya semakin merasa bersalah. Bersalah karena tidak mencintainya dengan baik. 

Ia bangkit dari meja makan, dan mengangkat piring kotor bekas makannya. 
"Jangan diangkat, biar saya saja." Kataku.
"Tidak, kamu istirahat saja. Seharian kamu kerja, pulang kerja juga bela-belain masak. Biar saya yang mencuci piring kotornya." Katanya.

Illahi Rabb.. Saya benar-benar merasa jahat. Bagaimana mungkin saya mengabaikan cinta yang tulus di hadapan saya. Cinta dari laki-laki yang dengan kesungguhannya mengucapkan ijab-qobul. Cinta dari laki-laki yang dengan ketulusannya bersedia menghabiskan waktu untuk hidup bersama saya. Saya! Wanita yang tidak tahu rasa syukur! 

Ketika ia sedang mencuci piring kotor di westafel, saya memeluknya dari belakang. Tanpa bisa saya tahan, tumpah sudah bendungan air yang menggenang di pelupuk mata saya. 
Ia kaget. 
"Kamu kenapa? Kenapa menangis?" Katanya. Ia membalikkan badan dan menyentuh kedua pipi saya. 
Saya masih terisak dalam tangis. 
"Saya mencintaimu.. Maaf untuk segala kekurangan saya.." Kataku dalam isakan.
Ia tertawa kecil dan mengusap kepalaku dengan manja. 
"Saya tahu kamu rindu.." Katanya sambil memeluk saya, kemudian ia mengecup kening saya. 

"Yasudah, bersiaplah.. Selesai saya cuci piring, kita sholat isya berjama'ah.." Katanya. 
"Jangan menangis, kamu terlihat sangat konyol ketika menangis." Sambungnya dengan nada mengejek.
Saya tertawa. Menciumnya sedikit, dan kemudian saya segera mengambil wudhu..

Allah.. Thank you for this love.. Ketuk hati saya jika saya mulai lupa dengan orang-orang yang mencintai saya.. Terima kasih untuk bahagia sederhana ini.. Alhamdulillah..

Rabu, 11 Juni 2014

Priaku..


Ini tentang putihnya cintamu, sayang..
Tanpa permisi, tanpa basa-basi kamu masuk dan membangun sebuah rumah sederhana di hatiku..
Ini tentang tulusnya hatimu, kasih..
Senantiasa membimbingku ke arah yang lebih baik..

Ketika yang lain sibuk meyakinkanku dengan cara begini dan begitu. Kamu dengan sigapnya datang kepada orang tua dan segera meminangku.. 
Ketika yang lain sibuk memuji lebihku, kamu dengan rendah hati melengkapi kurangku..

Kekasihku..
Sampai detik ini saya masih belajar menjadi wanita terbaik untukmu. 
Menjadi pendampingmu bukanlah impianku. Karena sesungguhnya saya terlalu takut berharap menjadi istrimu..
Tapi Tuhan kita tahu yang terbaik untuk hambaNya :)

Saya beruntung bersuamikan dirimu..

Selasa, 03 Juni 2014

S.E.N.J.A

Terbenamlah mentari di ufuk barat. 
Membiaskan panorama jingga yang menghias cakrawala.
Senja.. 
Ya! Orang-orang mengatakannya senja..

Tahukah kau bahwa tidak selamanya langit itu biru?
Dan tidak selamanya jingga itu warna senja?

Empat puluh tujuh detik merupakan waktu yang dibutuhkan untuk melihat matahari terbenam sempurna.
Apa yang orang-orang lihat dari pemandangan tersebut?
Tidak ada.. Hanya sebuah panorama alam dimana matahari terbenam dan malam menggelayut manja pada alam..

Lantas mengapa orang-orang begitu terpukau dengannya?
Itu karena mereka melihat sisi indah dari pada senja.. 
Kau tidak akan melihat matahari terbenam jika bukan pada senja hari..
Kau tidak akan melihat bagaimana matahari beranjak dari pagi dan membenamkan dirinya pada malam, kecuali pada senja hari.. 
Dan...
Kau boleh belajar melihat dan memaknai senja mulai sekarang.. 

Bukalah matamu.. 
Lihatlah.. Senja begitu menarik, bukan? 
Dan satu lagi, jangan terlalu monoton! Memandang sesuatu hanya dari sudut pandang yang terlihat saja.. 

Yasudah yaa.. 
Selamat menanti senja :*

Senin, 26 Mei 2014

Love, you..

This is about us, Love..

Apa kamu tertidur dengan lelap malam ini?
Apa kamu memimpikan saya?
Apa kamu mengingat saya sebelum kamu terlelap tadi?

Love..
Disini sudah pukul 03.40 WIB. Dan disini hujan lebat. Saya merindukan kamu. 
Merindukan suaramu. Saya suka mendengar kamu berbicara dengan logat bahasa daerahmu. Entahlah, mungkin karena memang saya suka kamu.

Saya selalu merasa damai dalam tidur ketika saya tertidur dengan ditemani olehmu. 
Caramu 'bertahan' meski engkau tahu ujungnya hanya akan tergores luka yang membuat saya kadang serba salah. 

Saya pernah cemburu dengan waktu. Ia merenggut kesibukanmu hingga kamu lupa mengabari saya. Seharusnya, saya tidak pantas untuk marah. Karena kamu tidak pernah lupa mengabari saya meski kadang hanya sebuah emoticon atau sapan "hai"..

Tapi saya memanglah manusia manja. Yang ketika sekali saja kamu lupa memberi kabar, saya sudah merajuk tanpa sebab yang pasti. Saya tahu, itu tidaklah pantas. Tapi bukan Ayla namanya kalau tidak merajuk!

Dan dengan sabar, kamu meminta maaf. Dengan segenap rasa menyesal, kamu meminta maaf. Saat itu, hati saya begitu hangat karena kasihmu.. 
Love, kamu merupakan makhlukNya yang luar biasa :')

Saya tidak pernah menaruh harapan padamu. Saya takut ketika tidak terwujud, saya akan kecewa. Tapi saya pernah bermimpi hidup di dalam hidupmu. Menjadi bagian dari ceritamu. Menemanimu hingga kita lupa bagaimana kisah kita di mulai.
Tertawa bersama. Dan duka mengering bak luka lama..

Love..
Lupakan. Lupakan apapun yang mengecewakan.
Kamu harus tetap bertahan. 
Jikalah sulit bagimu melangkah kedepan, jangan sekalipun kamu berniat untuk mundur. Bertahanlah! Bertahanlah pada posisi dimana kamu berhenti terakhir kali. 
Bila engkau lelah berdiri.
Maka duduklah.
Jangan sekalipun melangkah mundur.
Berjanjilah..
Berjanjilah padaku, bahwa suatu hari saya akan melihat karya-mu dari tempat saya berdiam.. Meski nanti, hanya tulisan-tulisan yang menjadi penawar rindu kita :')


Sabtu, 26 April 2014

Hati ~

Assalamualaikum hati. Masihkah engkau terjerat dalam nestapanya? Mengapa masih berdiam disana? Bukankah engkau pantas menikmati sejuknya terpaan angin rindu dari kasih yang lain? 

Bukan hendak menjulangkan angan yang tiada. Namun akan lebih indah jika engkau dapat menikmati dengan sebaik-baiknya. Adakah pilu itu menyayatmu? Jelas saja, bukan? Lantas mengapa engkau masih menikmati nelangsanya?

Hati..
Cinta begitu mengagungkan semesta. Ia membius segenap kasih agar tunduk pada pesonanya. Dan kau tahu? Sebuah kasih tidak dengan benar tunduk padanya..
Hati..
Kasih nan tulus datang menghampirimu dengan indah. Sambutlah :)
Karna ia kelak yang akan membuatmu hidup lebih baik..