Tuhan.. Boleh saya mengiba pada takdirMu? Agar seketika mampu Engkau kembalikan garis hidupku dengan sebaik-baiknya?
Saya bak seekor kupu-kupu yang sayapnya sedang patah. Ingin terbang, saya tak mampu. Mengharapkan mendapat pertolongan, mustahil! Kecuali Tuhan meralat garis hidup saya..
Ada apa hari ini? Beberapa dari mereka mengatakan hal yang sama. Saya enggan menggubrisnya. Karena setiap kalimat demikian muncul, saya takut hal itu kembali terjadi.
Sebelumnya, selamat membaca kembali postingan saya. Sudah lama saya tidak memposting. Dikarenakan adanya berbagai macam kesibukan :3 *halah! Sok sibuk -,-
Beberapa bulan yg lalu, saya kembali melanjutkan pengobatan di negeri seberang. Perasaan saya waktu itu sedikit lebih baik. Karena biasanya ketika melakukan pengobatan, saya hanya ditemani oleh Ayah ataupun hanya ditemani oleh Ibu. Selebihnya.. Tidak ada..
Dan pengobatan kemarin saya cukup merasa damai, karena adik-adik ikut menemani. Hmm.. Mungkin benar, perasaan yang baik akan lebih mempercepat proses pengobatan menjadi lebih baik :')
Hai, kamu :) Yang disana.. Yang diam-diam melantunkan nada dengan menyebut namaku didalam doamu.. Yang diam-diam tanpa aku ketahui, sudah menyelinap dan membiarkanku kecanduan pada kehadiranmu..
Terima kasih.. Untuk rasa yang indah ini.. Terima kasih untuk segala yang sudah kita lewati bersama.. Aku percaya, bila tidak sekarang, Tuhan akan menyatukan kita di sebuah episode yang baru :)
Koetaradja, 25 maret 2014




0 komentar:
Posting Komentar