Selamat malam, Hati..
Ingin sekali rasanya menertawakan angkuhnya hati. Betapa sombongnya ia berjalan mengitariku yang sedang duduk diam menyepi di salah satu sudut kota. Ahh! Ingin sekali aku mendongakkan kepala dan mengusirnya untuk segera beranjak dari sebelahku. Bagaimana mungkin? Untuk bernafas saja aku hanya mengandalkan sisa tenaga yang ada dalam jiwaku.
Seperti apa aku menginginkanmu?
Seperti apa kamu menginginkanku?
Terserah..
Kita hanya sedang memaksakan kehendak yang kita mau. Kita seperti berjalan diatas pecahan kaca, semakin kita menuai langkah, maka semakin kita terluka dan berdarah. Dari awal kita tahu, bahwa kita memang tidak dapat menyatu. Bukan karena tidak adanya kesamaan. Tidak! Aku tak ingin kita menyatu karena persamaan, dan berpisah karena perbedaan. Betapa buruknya hal itu.




0 komentar:
Posting Komentar