Maka ketika kamu memilih pergi, pergilah. Tidak perlu jauh, tapi cukup jangan pernah kembali. Kamu anggap apa hati ini? Sebuah rumah singgah untukmu? Yang ketika kamu kelelahan, kamu datang mengunjungi saya. Ketika lelahmu punah, kamu pergi dari tempat itu? Kecewa? Tidak! Saya sudah merasakan kecewa yang lebih daripada ini. Marah? Apa saya memiliki hak untuk marah? Saya sudah memaafkan kamu jauh hari sebelum kamu kembali untuk meminta maaf.
Ketika saya memaafkan, apa kamu berpikiran bahwa saya bisa menerima kamu dengan baik lagi? Tidak. Beruntungnya kamu, saya tidak menanam sedikitpun rasa benci kepada kamu. Kenapa? Karena dari awal saya tidak membuka lebar pintu hati saya.
Apa saya salah?




0 komentar:
Posting Komentar