Hujan..
Samar-samar aku kembali melihatnya dalam gerimis. Ia selalu muncul membawa rindu setiap kali hujan jatuh menggempur bumi.
Dibawah rerintiknya,
Bayangan itu semakin tampak samar-samar.
Ia membawa ingatanku terlempar jauh ke dataran tandus yang haus akan hujan cinta.
Aku mengenalnya.
Dadanya yang bidang. Bahunya yang tegap. Lengannya yang kekar.
Mengingatkanku pada seseorang !
Tidak .. Bukan mengingatkan. Tapi aku yakin itu adalah dia.
Pria Hujan ku..
Dada yang bidang itu, pernah menjadi alas kepalaku untuk tidur.
Bahu yang tegap itu, pernah menjadi tempatku bersandar kala tumpukan beban tak mampu lagi aku menahannya seorang diri.
Lengan yang kekar itu, pernah memelukku dalam hangatnya dekapannya. Membuatku lupa bahwa hidupku penuh beban.
Dirinya, kusebut Pria Hujan, karena ia selalu menyirami gersangnya ladang rinduku.




0 komentar:
Posting Komentar