apa yang harus kulakukan? aku menunggunya hadir dengan membawa segenap harapan yang telah kuserahkan padanya. tapi Tuhan berkata lain. ia bahkan tidak juga muncul hingga senja berakhir. rerintik yang jatuh menggempur bumi menyeret tetesan air mata ku jatuh ke permukaan tanah, dulu aku menyukai hujan. karena ada cerita kita diantara rerintiknya. tapi engkau menghapusnya dengan jua menghapus ku dari sisi mu.
engkau tahu betapa pahitnya kenyataan ini?
belum lagi ketika aku harus melihat sebuah foto yang di share di salah satu akun dunia maya.
engkau pergi, masa lalu menertawakanku..
Tuhan, semiris inikah jalan hidup ku tentang cinta?
bagaimana aku harus melewatinya jika Engkau tidak memberiku kekuatan untuk bertahan?
Kini aku mengerti,
Pedih karena teriris pisau itu jauh lebih sakit dibanding ini semua!
Luka ini semakin menganga lebar saat melihat foto dan engkau pergi tanpa menggubris hadir ku disini.
masalalu,
ku biarkan rasa ini bertahan disini sampai ia sudi beranjak dari sini.
ku biarkan rasa pahit ini ku telan seorang diri.
dan engkau,
pergilah dengan dia yang kau pilih.
aku takkan menghalangi.
gapailah bahagiamu bersama dia yang kau pilih.
Masa lalu,
Selamat berbahagia dengannya, sebelum engkau mengucapkan sesuatu yang mengguncang 'Arsy :)
engkau masih milikku :')
- END -



